INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kerusakan sistem perpipaan menjadi salah satu risiko yang dapat memicu biaya tambahan dalam proyek konstruksi maupun rumah tangga. Meski porsi biaya plumbing relatif kecil terhadap total anggaran pembangunan, kegagalan instalasi pipa berpotensi menimbulkan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

Melihat risiko tersebut, PT Wahana Duta Jaya Rucika memperkuat edukasi mengenai kualitas dan pemilihan sistem perpipaan melalui program Plant Tour di fasilitas produksi Rucika di Cibitung. Kegiatan yang digelar pada 3, 4, 9, dan 10 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari program apresiasi sekaligus edukasi bagi mitra toko yang tergabung dalam ekosistem Bintang Rucika.

Melalui kegiatan ini, Rucika membuka proses produksi kepada para mitra, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahapan Quality Assurance (QA) yang dilakukan pada setiap produk. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman langsung mengenai standar kualitas yang diterapkan dalam produksi pipa dan fitting.

Regional Sales Manager Rucika William Chendra mengatakan transparansi proses produksi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk perpipaan.

"Kepercayaan pelanggan dibangun melalui kualitas yang konsisten. Dengan membuka akses bagi para mitra untuk melihat langsung proses produksi dan quality assurance di pabrik kami, Rucika ingin menunjukkan bahwa setiap produk yang kami hasilkan telah melalui pengawasan dan pengujian yang ketat sesuai standar internasional," ujar William.

Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mitra ketika menawarkan produk dan solusi perpipaan kepada konsumen.

Dalam sesi edukasi, Rucika juga menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kegagalan sistem perpipaan di lapangan. Salah satunya adalah kesalahan dalam memilih jenis pipa yang tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik, seperti instalasi untuk suhu panas maupun tekanan air tertentu.

Selain pemilihan produk, proses handling juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Benturan selama pengiriman, pengangkutan, maupun pemasangan dapat memicu kerusakan yang kemudian berpotensi menyebabkan kebocoran. Sementara dari sisi manufaktur, kegagalan dapat terjadi apabila produk dibuat di bawah standar mutu.

Risiko tersebut menjadi penting karena sistem plumbing murni di Indonesia umumnya menyumbang sekitar 5% hingga 10% dari total nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi bangunan. Kendati porsinya relatif kecil, kerusakan pipa dapat menimbulkan biaya yang berlipat dibandingkan harga pipa itu sendiri.

Kebocoran yang terjadi setelah bangunan selesai dikerjakan, misalnya, dapat memaksa pemilik melakukan pembongkaran dinding, plafon, keramik hingga finishing bangunan. Pada instalasi tertentu, penggalian ulang juga diperlukan untuk menemukan titik permasalahan. Kondisi tersebut berujung pada tambahan biaya material dan tenaga kerja serta mengganggu aktivitas penghuni maupun operasional bangunan.

Program Plant Tour juga mendapat respons dari para mitra toko. Austin, pemilik toko bangunan asal Malang, menilai edukasi mengenai product knowledge dan penggunaan pipa serta fitting memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam memberikan penjelasan kepada pelanggan.

"Acara ini bagus sekali dari semua acara yang pernah saya ikuti, terutama pembahasan tentang fitting dan pipa. Dengan adanya product knowledge yang dijelaskan dengan sangat baik, bisa membantu kita untuk menjelaskan ke customer bagaimana pipa & fitting ini digunakan semestinya," ujar Austin.

Program tersebut sekaligus melengkapi benefit eksklusif Bintang Rucika yang sebelumnya telah menghadirkan sejumlah kegiatan bagi mitra, termasuk Tour Korea Selatan dan Seminar Finansial.

Corp Brand Communication Department Head Rucika Reynard Natamihardja mengatakan aspek kualitas tidak berhenti pada produk yang dihasilkan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan penggunaan dalam jangka panjang.

"Kualitas bukan hanya tentang produk yang dihasilkan, tetapi juga tentang rasa aman dan ketenangan yang diberikan kepada pengguna dalam jangka panjang. Melalui Plant Tour ini, kami ingin menunjukkan secara transparan bagaimana Rucika menjaga standar kualitas di setiap tahap produksi," ujar Reynard.

Melalui pendekatan yang menggabungkan kualitas produk, inovasi dan edukasi, Rucika menargetkan para mitra toko memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai sistem perpipaan. Perusahaan pun terus memosisikan diri sebagai penyedia solusi total sistem perpipaan bagi pasar Indonesia.