INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan impor Gula Kristal Mentah (GKM) sebanyak 150.000 ton yang akan diolah menjadi Gula Kristal Rafinasi (GKR).
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menegaskan, impor GKM tersebut bukan untuk memenuhi konsumsi masyarakat, melainkan sebagai bahan baku industri makanan, minuman, dan farmasi (maminfar).
“Tidak ada perubahan alokasi untuk bahan baku industri gula kristal rafinasi saat ini. Kebijakan dan volume pasokan bahan baku bagi industri gula kristal rafinasi pada 2026 tetap sesuai dengan Neraca Komoditas yang telah ditetapkan pada akhir 2025,” ujar Febri dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Febri juga menegaskan tidak ada penambahan kuota maupun alokasi GKM bagi pabrik gula rafinasi pada tahun ini.
Bahkan, menurut dia, alokasi bahan baku industri gula rafinasi pada 2026 justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, realisasi impor bahan baku GKM untuk industri maminfar mencapai 99,99 persen dari alokasi.
“Alokasi bahan baku industri tersebut diturunkan untuk tahun 2026 karena pertimbangan reformulasi pada beberapa industri berkaitan dengan pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL),” kata Febri.
Kemenperin menegaskan GKM dan GKR merupakan komoditas yang masuk dalam pengawasan pemerintah. Tata kelolanya mengacu pada Keppres Nomor 57 Tahun 2004 tentang Penetapan Gula sebagai Barang Dalam Pengawasan.
Melalui Permenperin Nomor 47 Tahun 2024 tentang Jaminan Pemenuhan Bahan Baku untuk Industri Gula, perusahaan gula rafinasi diperbolehkan mengimpor GKM untuk diolah menjadi GKR.
Namun, GKR hasil pengolahan tersebut hanya diperbolehkan didistribusikan kepada industri pengguna sebagai bahan baku atau bahan penolong.
“Produk GKR yang dihasilkan tidak diizinkan untuk masuk ke dalam pasar konsumen masyarakat umum untuk melindungi tata kelola gula,” ujar Febri.
Kemenperin menyatakan akan terus menjaga tata kelola peredaran gula industri serta memastikan kebijakan impor dan distribusinya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.