INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara nasional penjualan kendaraan bermotor belum menggairahkan meskipun telah ada event pameran kendaraan bermotor Agustus 2017 lalu
Lalu bagaimana nasib pembiayaan Adira Finance yang diketahui bertumpu pada penjualan kendaraan bermotor tersebut?. Sebab penjualan kendaraan bermotor menopang pembiayaan Adira Finance.
“Semester II kita tetap mengembangkan pembiayaan secara direc,”kata Presiden Director Adira Finance Hafid Hadeli di Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Pada Semester I-2017, penjualan sepeda motor nasional masih mengalami kontraksi sebesar 9% menjadi 2,7 juta unit dari sebelumnya 3,0 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil baru secara wholesales masih lebih baik. Hingga bulan keenam tahun 2017 ini, penjualan nasional tercatat tumbuh 0,3% menjadi 534 ribu unit dari 532 ribu unit pada periode yang sama tahun lalu.
Pada akhir tahun, lanjut dia, Adira membidik laba bersih sekitar Rp1 triliun. Tahun lalu laba Adira sebesar Rp1 triliun. Untuk mengejar target laba dengan berbagai inovasi.
Namun, mungkinkah Adira mampu mengejar target laba bersih tersebut? Mengingat perolehan laba semester 1-2017 baru mencapai Rp404 miliar, belum ada setengah dari target akhir tahun.
“Kita kejar target laba dengan kerjasama ke diler dan tawarkan produk pembiayaan dan eletronik.kita juga tawarkan.Ada juga tukar tambah, bisa datang ke pameran dan ke diler mobil bekas juga,” katanya.