INDUSTRY.co.id - CIKARANG - Cikarang sedang mengalami transformasi besar. Dari wilayah yang dahulu didominasi persawahan dan perkampungan tradisional, Cikarang berkembang menjadi salah satu pusat industri, investasi, pendidikan, dan permukiman modern di Indonesia.
Kawasan Jababeka Cikarang yang dikembangkan sejak 1989 kini mencakup sekitar 5.600 hektare, dengan lebih dari 2.000 perusahaan dan ekosistem perkotaan yang melayani lebih dari satu juta penduduk. Perkembangan ini menjadikan Cikarang salah satu pusat pertumbuhan industri dan perkotaan yang penting di Indonesia.
Namun keistimewaan Cikarang bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, pabrik, gedung bertingkat, atau infrastruktur modern. Keistimewaannya terletak pada pertemuan berbagai bangsa, suku, etnis, agama, bahasa, dan kebudayaan yang hidup dan bekerja dalam satu kawasan.
Di Cikarang, masyarakat Jawa, Sunda, Batak, Minang, Bugis, Madura, Bali, Papua, dan berbagai suku lainnya bertemu dengan masyarakat Tionghoa Indonesia serta warga negara asing dari Jepang, Korea, Tiongkok, India, Eropa, Amerika, dan berbagai negara lain. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama: mencari kehidupan yang lebih baik, membangun usaha, bekerja, belajar, dan membesarkan keluarga.
Cikarang adalah laboratorium kehidupan nyata tempat berbagai peradaban dunia bertemu, berinteraksi, dan membangun masa depan bersama. Pertanyaannya, bagaimana pertemuan tersebut dapat menghasilkan lebih dari sekadar kegiatan ekonomi? Bagaimana keberagaman dapat diubah menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis, inovatif, sejahtera, dan berkelanjutan? Di sinilah President University memiliki peran strategis.
1. Visi President University: Bringing Civilizations Together
President University didirikan dengan keyakinan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan keterampilan untuk mencari pekerjaan. Universitas harus mampu membentuk manusia yang berpengetahuan luas, memiliki karakter, menghargai perbedaan, serta mampu bekerja sama dengan manusia dari berbagai bangsa dan kebudayaan.
Visi yang ingin dikembangkan adalah:
Bringing Civilizations Together – Mempertemukan Berbagai Peradaban untuk Membangun Kehidupan yang Harmonis, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
To develop President University as a global center of education, innovation, and intercultural collaboration, where people from diverse civilizations learn, live, and work together to create a more peaceful and prosperous world.
Visi ini berangkat dari kenyataan bahwa setiap bangsa memiliki keunggulan dan warisan peradabannya sendiri. Bangsa Jepang dikenal dengan tradisi kaizen. Korea Selatan dengan teknologi dan industri kreatif. Tiongkok dengan sejarah panjang perdagangan dan infrastruktur. India dengan warisan ilmu pengetahuan dan teknologi digital. Bangsa Eropa dan Amerika dengan kontribusi ilmu pengetahuan dan industri modern.
Sementara Indonesia memiliki kekayaan kebudayaan, semangat gotong royong, serta falsafah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. President University harus menjadi tempat di mana pengalaman tersebut dipelajari, dipertukarkan, dan dikembangkan bersama. Tujuannya bukan menjadikan satu peradaban lebih unggul, melainkan menciptakan kemajuan bersama melalui kerja sama yang saling menghormati.
2. Misi President University: Dari Pendidikan Menuju Pembangunan Peradaban
Untuk mewujudkan visi tersebut, President University menjalankan enam misi utama:
- Misi 1 – Pendidikan multikultural dan berwawasan global.* Mengembangkan lingkungan pendidikan internasional yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan mancanegara, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, serta memperluas penguasaan bahasa Mandarin, Jepang, Korea, dan bahasa internasional lainnya.
- Misi 2 – Menghubungkan pendidikan dengan dunia industri.* Menjadikan ribuan perusahaan di Jababeka sebagai mitra pendidikan, penelitian, magang, dan pengembangan karier.
- Misi 3 – Membangun karakter dan tanggung jawab sosial.* Menanamkan kejujuran, disiplin, empati, toleransi, kepedulian lingkungan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
- Misi 4 – Mengembangkan riset, teknologi, dan inovasi.* Membangun kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan, teknologi industri, kesehatan, energi, lingkungan, dan pembangunan kota berkelanjutan.
- Misi 5 – Meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan kesehatan.* Mengembangkan Fakultas Kedokteran dan President University Research & Teaching Hospital (PURTH) sebagai pusat pendidikan dan pelayanan medis.
- Misi 6 – Membangun persahabatan antarbangsa.* Menyelenggarakan pertukaran budaya, dialog antarperadaban, forum perdamaian, dan kerja sama internasional.
3. Cikarang sebagai Pilot Project: Kota Multikultural yang Harmonis
Indonesia memiliki lebih dari 1.300 kelompok suku bangsa. Keberagaman tersebut adalah modal sosial yang sangat besar, namun tidak otomatis menghasilkan keharmonisan. Cikarang menawarkan kesempatan mengembangkan model integrasi melalui pendidikan, industri, perumahan, kesehatan, dan kebudayaan.
Konsep ini diwujudkan melalui tiga program utama:
A. Kampung Nusantara: Melestarikan Budaya Lokal
Perkampungan tradisional tidak harus dipandang sebagai hambatan pembangunan modern. Kampung dapat dikembangkan menjadi pusat kebudayaan dan destinasi wisata seperti Kampung Jawa, Sunda, Batak, Minang, Bugis, Madura, Ambon, Papua, Aceh, Flores, dan Bali. Setiap kampung menampilkan arsitektur, kuliner, kesenian, dan sejarahnya, dengan mahasiswa President University membantu dalam riset budaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital. Pembangunan harus bersama penduduk setempat dengan menjaga hak atas tanah dan identitas budaya.
B. International Villages: Membawa Dunia ke Cikarang
Jababeka dapat mengembangkan kawasan seperti Japan Village, Korea Village, China Town, Little India, Holland Village, dan kawasan internasional lainnya yang dilengkapi restoran, pusat kebudayaan, dan ruang pertemuan. Ini bukan sekadar tempat tinggal WNA, tetapi ruang terbuka tempat masyarakat Indonesia dan internasional berinteraksi.
C. Education Park: Pusat Pertemuan Pendidikan Dunia
Jababeka dapat mengembangkan Education Park seluas sekitar 500 hektare di kawasan sekitar lapangan golf sebagai pusat pendidikan internasional yang menjadi tempat berkumpulnya lembaga pendidikan dari Amerika Serikat, Australia, Inggris, Tiongkok, Jepang, Korea, India, dan negara lainnya, dengan President University sebagai penggeraknya.
4. Menjadikan Pancasila sebagai Landasan Kehidupan Bersama
Keberhasilan Cikarang sebagai kota multikultural harus memiliki landasan nilai yang kuat, yakni Pancasila. Melalui Bhinneka Tunggal Ika, perbedaan tidak harus dihapuskan untuk menciptakan persatuan. Bringing Civilizations Together bukan berarti melebur semua kebudayaan menjadi satu, melainkan mempertemukan berbagai kebudayaan dalam hubungan yang setara, saling menghormati, dan saling memperkaya.
5. Dari Cikarang Menuju 100 Kota Baru Indonesia
Pengalaman pembangunan Cikarang dapat menjadi dasar pengembangan 100 kota baru di berbagai wilayah Indonesia. Melalui visi Jababeka, konsep integrasi industri, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan dapat disesuaikan dengan potensi setiap daerah, seperti pengalaman di Kendal, Tanjung Lesung, dan Morotai.
Kita tidak hanya ingin membangun 100 kota yang memiliki jalan raya, pabrik, hotel, dan pusat perbelanjaan. Kita ingin membangun 100 pusat kehidupan baru yang memberikan kesempatan pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik.
6. Rencana Aksi President University
Program 1 (0-6 bulan): Membentuk Center for Civilizational Collaboration.
Program 2 (0-12 bulan): Memulai Program Kampung Nusantara dan International Villages percontohan.
Program 3 (0-12 bulan): Menyelenggarakan Jababeka World Civilizations Festival tahunan.
Program 4 (1-3 tahun): Mengembangkan Education Park dan Kemitraan Internasional.
Program 5 (1-5 tahun): Membangun Model Kota Multikultural yang Dapat Direplikasi.
Penutup: Dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia
Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang pertemuan dan kerja sama antarbangsa. Cikarang memiliki kesempatan untuk menunjukkan bagaimana masyarakat dari berbagai bangsa dapat hidup, belajar, bekerja, dan membangun masa depan dalam satu kota.
Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya mampu bersaing di dunia internasional, tetapi juga mampu membangun persahabatan dan menyelesaikan persoalan kemanusiaan melalui kerja sama.
Itulah visi President University: Bringing Civilizations Together. Dari Cikarang, untuk Indonesia dan dunia.