INDUSTRY.co.id - MALAYSIA – ZTE Corporation, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, resmi membuka ZTE Global Summit & User Congress ke-15 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Untuk pertama kalinya, forum tahunan terbesar ZTE di luar negeri ini digelar bersamaan dengan ajang GSMA M360 ASEAN. Mengusung tema "Architecting Infinity–From Connectivity to Digital Value", summit ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari kalangan pejabat pemerintah, pemimpin industri TIK, eksekutif operator, hingga mitra ekosistem global.

Agenda utama forum ini adalah membahas masa depan jaringan, integrasi AI dengan inovasi digital, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Dorong Transformasi Digital yang Berdampak Nyata

YB Dato' Seri Fahmi Fadzil, Menteri Komunikasi Malaysia, menegaskan fase selanjutnya dari transformasi digital Malaysia tidak cukup hanya membangun konektivitas.
"Fokus kita harus beralih pada penciptaan nilai tambah yang nyata. Melalui layanan publik yang lebih baik, iklim usaha yang lebih kuat, dan terbukanya peluang bagi masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak mitra teknologi global untuk "tidak hanya menjual produk ke Malaysia, tetapi ikut membangun Malaysia", sekaligus mendorong penguatan SDM lokal dan inovasi yang dapat melayani pasar ASEAN.

Senada, YB Gobind Singh Deo, Menteri Digital Malaysia, menekankan peran strategis AI.
"Langkah berikutnya untuk memperkuat daya saing digital Malaysia adalah mengubah kecerdasan buatan menjadi manfaat ekonomi dan sosial yang nyata. AI harus meningkatkan produktivitas, memperbaiki layanan publik, dan membuka lebih banyak peluang.
Jika ingin menjadi Negara AI pada 2030, Malaysia tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Kita perlu SDM lokal, tata kelola yang tepercaya, dan dukungan bagi inovator dalam negeri," tegasnya.

Tiongkok dan ZTE Komitmen Kolaborasi Global

Ouyang Yujing, Duta Besar RRT untuk Malaysia, menyatakan konektivitas adalah ciri utama era digital dan inovasi akan menentukan masa depan.
"Di tengah perkembangan digital global, Tiongkok mendorong pertumbuhan yang terbuka, inklusif, aman, dan saling menguntungkan. Kami siap bekerja sama memperluas pertukaran teknologi, memperkuat sinergi industri, dan membangun tata kelola bersama," katanya.

Dari pihak penyelenggara, Xie Junshi, Executive Vice President & COO ZTE, memperkenalkan strategi baru perusahaan: "Connectivity plus Computing".
"Di seluruh dunia, konektivitas dan komputasi kini semakin terintegrasi. 5G terus berkembang stabil, sementara AI menjadi penggerak utama pertumbuhan industri.
Bagi ZTE, AI adalah otak, infrastruktur komunikasi adalah sistem saraf, dan perangkat terminal adalah penghubung ke dunia nyata. Ketika ketiganya bersatu, teknologi akan membawa perubahan nyata bagi masyarakat," jelas Xie.

Ia menambahkan, "Connectivity builds our foundation. Intelligent technology fuels our momentum. Infinity is our horizon — and together, we will achieve it."

Zhang Wanchun, Senior Vice President ZTE, dalam paparannya "A New Phase of Digital Infrastructure" merangkum strategi ZTE dalam 4 dimensi: Vision - menentukan arah jangka panjang, Volume - menerapkan inovasi skala besar, Value - mengubah infrastruktur menjadi pencipta nilai, dan Venture - terus melakukan terobosan teknologi.

Pamerkan Inovasi dan Peta Jalan Komersial
Dalam forum ini, ZTE juga menggelar demonstrasi inovasi mulai dari konektivitas berbasis AI, efisiensi produksi token, hingga transformasi teknologi menjadi manfaat nyata. ZTE turut memaparkan peta jalan komersial yang mencakup konektivitas, infrastruktur komputasi, hingga perangkat terminal berbasis skenario.