INDUSTRY.co.id - GCL System Integration Technology Co., Ltd. ("GCL SI") memperkenalkan EcoPower Mate untuk pertama kalinya di Indonesia dalam ajang Oil & Gas Indonesia 2026 yang digelar pada 9–12 September di Jakarta International Expo.
EcoPower Mate dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi di lokasi industri yang bersifat sementara maupun terpencil.
Platform tenaga surya portabel ini dapat terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai, sistem manajemen energi, serta generator diesel. Di Booth 6521, Hall 3, GCL SI akan memperlihatkan penerapan sistem tersebut di lokasi eksplorasi, kamp sementara, area konstruksi, serta berbagai kegiatan operasional lain yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik.
Proyek minyak, gas, dan pertambangan di wilayah terpencil umumnya mengandalkan generator diesel untuk menjaga pasokan listrik tetap andal.
Namun, pengoperasian generator membutuhkan pengangkutan dan penyimpanan bahan bakar, perawatan rutin, serta pengelolaan kebisingan dan emisi di sekitar lokasi proyek.
Tantangan tersebut semakin kompleks ketika tim proyek dan kebutuhan listrik harus berpindah dari satu lokasi kerja ke lokasi lainnya.
Berbeda dari instalasi tenaga surya konvensional yang biasanya dibangun sebagai infrastruktur permanen, EcoPower Mate mampu mengikuti mobilitas proyek.
Susunan panel fotovoltaiknya dapat diangkut menggunakan format yang kompatibel dengan kontainer, ditempatkan di dekat titik beban, kemudian dipindahkan kembali ketika kebutuhan operasional berubah. EcoPower Mate tersedia dalam konfigurasi beroda dan berbasis rel.
Model WG20-A beroda dilengkapi 96 modul fotovoltaik dengan kapasitas terpasang 46,56 kWp serta mekanisme pemasangan otomatis sehingga cocok untuk lokasi yang membutuhkan pemindahan perangkat secara berkala. Sementara itu, model berbasis rel ditujukan untuk instalasi yang lebih besar dan proyek yang beroperasi di satu lokasi dalam jangka waktu lebih panjang.
Konfigurasi sistem dapat disesuaikan dengan kondisi medan, durasi proyek, frekuensi pemindahan, kebutuhan persiapan lokasi, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.
EcoPower Mate dirancang sebagai pelengkap, bukan pengganti generator diesel yang digunakan di lokasi terpencil. Sistem ini mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya, penyimpanan energi berbasis baterai, dan generator yang sudah tersedia sebagai satu sistem kelistrikan hibrida yang terkoordinasi.
Saat sinar matahari cukup, panel surya dapat langsung memasok listrik untuk kebutuhan di lokasi sekaligus mengisi baterai.
Ketika produksi tenaga surya menurun, energi yang tersimpan pada baterai dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Generator diesel tetap tersedia saat permintaan listrik meningkat atau saat proyek membutuhkan sumber listrik cadangan.
Sistem manajemen energi kemudian mengatur penggunaan sumber listrik yang tersedia untuk mengurangi pengoperasian generator yang tidak diperlukan, tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik di lokasi.
Setiap sistem dapat disesuaikan dengan profil beban, kapasitas generator yang tersedia, potensi tenaga surya, durasi proyek, serta kebutuhan pemindahan. Dengan konfigurasi tersebut, operator dapat menambahkan produksi listrik dari tenaga surya dan penyimpanan energi tanpa perlu mengganti infrastruktur kelistrikan yang telah ada.
Di sektor minyak dan gas, EcoPower Mate berpotensi digunakan untuk pangkalan operasi darat, area pendukung eksplorasi dan konstruksi, kantor sementara, kamp pekerja, peralatan komunikasi, sistem pemantauan, serta penerangan.
Untuk sektor pertambangan, sistem ini dapat digunakan untuk memasok listrik ke kamp eksplorasi, kegiatan pengeboran, fasilitas tambang sementara, pembangunan jalan, peralatan pengawasan, serta berbagai beban listrik lain yang berpindah mengikuti perkembangan proyek.
Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi kelistrikan, regulasi tentang keselamatan kerja, dan klasifikasi area berbahaya di masing-masing lokasi.
Dalam ajang Oil & Gas Indonesia 2026, GCL SI akan berdialog dengan para operator di Indonesia untuk memahami kebutuhan mereka sekaligus menjajaki peluang kerja sama.
Perusahaan juga akan bertemu dengan perusahaan pertambangan, kontraktor EPC, penyedia jasa ladang minyak dan pertambangan, perusahaan penyewaan peralatan, distributor, serta mitra teknis lokal.
Pembahasan akan mencakup penggunaan generator, profil beban, logistik bahan bakar, durasi proyek, hingga kondisi lokasi serta kebutuhan pemindahan.
Berdasarkan karakteristik setiap proyek, GCL SI akan bekerja bersama pelanggan dan mitra untuk merancang kombinasi instalasi tenaga surya, penyimpanan energi, dan generator diesel yang sesuai.
Keahlian GCL SI mencakup pengembangan pasar, pengiriman peralatan, integrasi sistem, layanan teknis, hingga layanan purnajual.
Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan operator, kontraktor, distributor, dan penyedia layanan di Indonesia untuk menyesuaikan konfigurasi EcoPower Mate dengan kondisi proyek setempat, serta mendukung pelaksanaan proyek dan layanan jangka panjang di Indonesia.
"Keandalan pasokan listrik di lokasi terpencil tetap menjadi prioritas, namun seluruh kebutuhan energi tidak harus bergantung pada generator diesel saja," ujar Li Ming, Vice President, GCL SI.