INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Trisula International Tbk (TRIS) kembali menebar dividen kepada pemegang saham. Perusahaan tekstil dan garmen ini menyiapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp7 miliar atau Rp2,27 per saham, setelah membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I-2026.

Pembagian dividen interim tersebut dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 11 September 2026. Adapun pembayaran dividen akan dilakukan pada 23 September 2026.

Kebijakan pembagian dividen ini menjadi sinyal bahwa TRIS masih mampu menjaga distribusi nilai kepada pemegang saham di tengah tekanan dan dinamika industri tekstil serta garmen. Terlebih, kinerja keuangan perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026 menunjukkan tren pertumbuhan.

Pada semester I-2026, TRIS membukukan laba bersih Rp57,9 miliar, meningkat 12,2% secara tahunan. Capaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi internal perseroan.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh ekspansi pasar ekspor. Hingga akhir Juni 2026, kontribusi penjualan ekspor mencapai 60% dari total penjualan TRIS. Nilai ekspor perseroan tercatat Rp530,5 miliar, tumbuh 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan diversifikasi pasar ekspor menjadi salah satu kunci perseroan menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.

“Capaian laba bersih sepanjang semester pertama tahun ini yang melampaui ekspektasi tidak terlepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang kami jalankan. Dengan kontribusi ekspor yang mencapai 60% terhadap total penjualan dan cakupan pasar yang terdiversifikasi, kami memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ujar Widjaya.

Bagi TRIS, ketergantungan terhadap satu pasar menjadi risiko yang berusaha ditekan melalui perluasan tujuan ekspor. Strategi tersebut dinilai penting mengingat industri tekstil global masih menghadapi dinamika geopolitik dan perubahan permintaan pasar.

Selain diversifikasi geografis, fleksibilitas dalam menerima pesanan juga menjadi strategi TRIS untuk mempertahankan daya saing. Perseroan tidak menerapkan minimum order dan dapat menyesuaikan volume produksi dengan kebutuhan pelanggan.

Strategi tersebut memungkinkan TRIS merespons perubahan permintaan dengan lebih cepat, sekaligus membuka peluang untuk menjangkau pelanggan dengan kebutuhan pesanan yang lebih beragam.

Pembagian dividen interim Rp7 miliar ini juga melanjutkan konsistensi TRIS dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Pada tahun buku 2025, perseroan telah membagikan dividen interim Rp7 miliar yang dibayarkan pada September 2025.

Setelah itu, TRIS kembali membagikan dividen final sebesar Rp24 miliar yang pembayarannya dilakukan pada 29 Mei 2026.

Dengan demikian, kebijakan dividen kembali menjadi bagian dari strategi perseroan setelah membukukan pertumbuhan laba pada semester pertama tahun ini. Di sisi lain, TRIS masih harus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026 agar ekspansi pasar dan peningkatan ekspor dapat berlanjut.

Perseroan akan memperkuat sinergi dengan anak usaha, meningkatkan fleksibilitas produksi, serta mempertajam kemampuan quick response terhadap perubahan permintaan. TRIS juga membidik pasar baru di sejumlah negara dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia.

Melalui strategi tersebut, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 6,5% pada tahun ini.