INDUSTRY.co.id - PT Fich Rating Indonesia mengulas perkembangan sukuk yang diterbitkan di Indonesia dalam laporan What Investors Want to Know - Indonesian Domestic Corporate Sukuk Issuance. Dikemukakan bahwa perkembangan sukuk di Indonesia masih dalam tahap awal, di mana sukuk pertama kali diterbitkan oleh perusahaan Indonesia pada tahun 2002, dibandingkan dengan tahun 1990 di Malaysia.
“Laporan ini juga mengupas instrumen-instrumen sukuk yang diterbitkan di Indonesia dan diperingkat Fitch, perbedaan antara sukuk dan instrument surat utang konvensional serta membahas secara singkat cara pandang Fitch terhadap beberapa fitur dalam sukuk,” ujar Indra Kampono, Country Head PT Fich Rating Indonesia dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (5/9/2017)..
Fitch juga berkomentar mengenai perkembangan pasar utang Indonesia dalam laporan berjudul Fitch: Indonesia Regulation to Benefit Bond Issuers in Long Term. Dibukanya kembali commercial paper sebagai alternatif pendanaan akan mendiversifikasi produk pasar uang Indonesia dan menguntungkan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang masih bergantung pada perbankan sebagai sumber pendanaan. Namun instrument-instrumen yang diterbitkan di pasar uang tersebut belum tentu menawarkan cost of fund yang lebih rendah sehingga belum tentu menarik bagi perusahaan/emiten. Laporan ini secara singkat mengulas perkembangan pasar surat utang di Indonesia dengan terobosan-terobosan baru dan hambatan-hambatannya.
Fitch juga menerbitkan laporan Indonesia Auto Watch 2Q17 di mana volume penjual aktual berada di bawah perkiraan Fitch akibat melemahnya daya beli dan berkurangnya hari kerja akibat libur Idul Fitri. Volume penjualan mobil menurun 5% yoy sedangkan penjualan sepeda motor turun 11% yoy. Positifnya, kendaraan komersial masih menunjukkan kenaikan pertumbuhan yoy positif di 22% didorong oleh kenaikan harga komoditas dan aktivitas pembangunan infrastruktur walaupun pertumbuhan kwartalan berkurang di 12% qoq. Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat membantu industri otomotif pada tahun 2018. Fitch memperkirakan pertumbuhan PDB yang lebih tinggi sebesar 5,6% pada tahun 2018 dan 2019 (2017f: 5,2%), dan pertumbuhan belanja konsumen yang lebih tinggi sebesar 5,3% pada 2018 dan 2019 (2017f: 4,9%).
Sepanjang Agustus, Fitch di Indonesia menetapkan peringkat baru untuk Mayora Indah serta menaikkan peringkat Maskapai Reasuransi Indonesia, mengafirmasi peringkat untuk 8 institusi keuangan dan 1 perusahaan korporasi lainnya. Di samping itu, Fitch juga menetapkan peringkat instrumen baru untuk obligasi yang diterbitkan oleh Federal International Finance, OCBC NISP, dan Tower Bersama.