INDUSTRY.co.id - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat menginginkan agar daerahnya bisa menjadi salah satu pintu masuk di Indonesia bagi para wisatawan yang datang menggunakan "yacht".
"Kami sudah bersurat ke Presiden agar NTB bisa menjadi salah satu pintu masuk 'yacht'," kata Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, usai peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Pelabuhan Gilimas, di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (22/12).
"Yacht" atau "Small Cruise Ship" adalah salah satu jenis kapal pesiar dengan ukuran sedang.
Menurut Fauzan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 105 tahun 2015 tentang Kunjungan kapal wisata (yacht) asing ke Indonesia, perlu direvisi.
Sebab, di dalam peraturan tersebut diatur daerah-daerah yang menjadi pintu masuk dan keluar "yacht", mulai dari Aceh sampai Papua. Namun NTB tidak termasuk di dalamnya, meskipun sebagai daerah tujuan wisata dan dikunjungi ratusan wisatawan dari berbagai negara menggunakan "yacht" setiap tahun.
"Mudahan Gubernur NTB juga bersurat meminta Perpres tersebut direvisi agar NTB bisa menjadi salah satu pintu masuk 'yacht'," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moedak, seperti dikutip Antara berjanji akan memperhatikan masalah tersebut. Sebab hal itu berkaitan erat dengan perizinan "yacht" yang akan masuk ke marina yang akan dibangun di areal Pelabuhan Gilimas.
"Kami tentu akan selalu memperhatikan proses-proses perizinan, termasuk yang berkaitan dengan kedatangan wisatawan menggunakan 'yacht' di Pelabuhan Gilimas nanti," katanya.
Pelindo III akan membangun marina atau pelabuhan khusus bagi kapal pesiar berukuran sedang untuk melengkapi fasilitas Pelabuhan Gilimas. Daya tampung marina tersebut sebanyak 50 "yacht" Direktur PT Marina Del Ray H Abubakar Abdullah, yang hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pelabuhan Gilimas, sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang bersurat ke pemerintah pusat.
"Kami selaku pelaku usaha yang sering memfasilitasi kedatangan wisawatan menggunakan 'yacht' sangat mendukung NTB sebagai salah satu pintu masuk," katanya.
PT Marina Del Ray merupakan perusahaan asing yang akan membangun marina di perairan Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Menurut pria yang biasa disapa Abu ini, harus ada kebijaksanaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Lombok sebagai salah satu pintu masuk dan keluar bagi wisatawan dari luar negeri yang menggunakan "yacht".
"Mudahan pemerintah pusat mau mempertimbangkan untuk melakukan revisi Perpres 105/2015. Sebab, kami juga agak kesulitan memfasilitasi wisatawan kalau regulasi tersebut tidak dikaji ulang," ujar Abu.(Hrb)