INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Harga emas masih bertahan di level tinggi pada perdagangan Jumat (7/8), didorong meningkatnya permintaan aset safe haven seiring kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menopang pergerakan logam mulia dalam jangka pendek.
Pada perdagangan pagi, harga emas dibuka di level US$4.236 per troy ons. Penguatan ini ditopang meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai setelah muncul gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz yang memicu kenaikan risiko geopolitik dan mempertahankan harga minyak di level tinggi.
Meski demikian, penguatan emas belum berlangsung agresif. Pada sesi sebelumnya, pergerakan harga cenderung terbatas akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selain faktor geopolitik, arah harga emas juga masih dipengaruhi prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Kenaikan harga minyak memang berpotensi memicu tekanan inflasi, namun pasar mulai mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter setelah sejumlah indikator ketenagakerjaan AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 55% dari sekitar 63% pada pekan lalu. Penurunan ekspektasi tersebut menjaga daya tarik emas sebagai aset non-yielding dan membantu mengimbangi tekanan yang berasal dari kenaikan harga energi.
Pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya Nonfarm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran, yang diperkirakan menjadi katalis utama bagi arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Secara teknikal, harga emas memiliki area support terdekat pada kisaran US$4.207 hingga US$4.174 per troy ons. Apabila tekanan jual meningkat, support berikutnya berada di level US$4.093.
Sementara itu, area resistance terdekat berada pada rentang US$4.288 hingga US$4.336 per troy ons. Jika mampu menembus level tersebut, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance jangka menengah di sekitar US$4.417 per troy ons.