INDUSTRY.co.id - JAKARTA – SMK Budi Luhur terus memperkuat upaya pengembangan talenta kreatif generasi muda melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan dan audiensi ke Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Rabu (15/7/2026).

Audiensi tersebut diterima oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Cecep Rukendi yang didampingi Direktur Film, Animasi dan Video Doni Setiawan serta Direktur TV dan Radio Radi Manggala.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas upaya mendorong lahirnya talenta-talenta muda unggulan atau talent champion yang siap menghadapi dunia perkuliahan, industri kreatif, hingga menjadi wirausaha melalui penyelenggaraan Bluvocation Creative Festival (BCF). Selain itu, pembahasan juga mencakup penguatan ekosistem kreatif dengan melibatkan asosiasi, komunitas, kreator, filmmaker, dan institusi pendidikan.

Kepala Sekolah SMK Budi Luhur, Joko Waluyo, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program kreatif dan inovatif yang telah dikembangkan sekolah kepada para pemangku kepentingan di Kemenekraf.

"Kunjungan ini untuk memperkenalkan SMK Budi Luhur kepada stakeholder bahwa SMK Budi Luhur memiliki kegiatan atau program yang bersifat kreatif dan inovatif," ujar Joko.

Menurutnya, para siswa SMK Budi Luhur telah mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah dan bahkan sebagian di antaranya telah tayang di bioskop.

"Siswa/i di sini mampu membuat sejumlah film yang tayang di bioskop dan kegiatan-kegiatan kreatif dan inovatif yang bisa menghasilkan value," katanya.

Joko menambahkan, pihak sekolah juga berharap memperoleh dukungan dan pengakuan atas berbagai capaian yang telah dihasilkan para siswa. Ia menilai kemampuan peserta didik SMK Budi Luhur tidak kalah kompetitif dibandingkan mahasiswa maupun profesional yang telah berpengalaman di bidangnya.

"Kami selaku tenaga pendidik sangat bangga atas apa yang telah dihasilkan dan diciptakan siswa/i SMK Budi Luhur. Karena siswa/i di sini tidak kalah bersaing dengan senior-senior di tingkat perkuliahan ataupun yang sudah ahli di bidangnya," tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak talenta unggul yang dibutuhkan industri kreatif nasional. Karena itu, Kemenekraf mendukung penyelenggaraan Bluvocation Creative Festival yang digagas SMK Budi Luhur.

“Dengan memfasilitasi keterlibatan siswa SMK dalam festival film ini, kita ingin memastikan bahwa karya-karya mereka mendapatkan apresiasi sekaligus pengakuan profesional. Portofolio yang mereka bangun melalui kegiatan ini menjadi modal berharga bagi mereka untuk menembus pasar kerja maupun merintis startup kreatif mereka sendiri," ujar Cecep.

Sebagai informasi, Bluvocation Creative Festival (BCF) merupakan program tahunan berbasis proyek kreatif kewirausahaan yang diselenggarakan oleh SMK Budi Luhur. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa, khususnya dari jurusan Broadcast, Animasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), untuk menampilkan karya orisinal mereka, mulai dari film pendek hingga animasi yang diputar di layar bioskop. Melalui program tersebut, sekolah berharap dapat melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang siap bersaing di industri ekonomi kreatif nasional.