INDUSTRY.co.id - Kendal -- Perluasan Kawasan Industri Kendal (KIK) seluas 1,000 Ha menjadi salah satu hasil yang diumumkan dalam Leaders' Retreat antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk investasi dan pengembangan ekonomi.

Dalam konferensi pers bersama, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyebut Kawasan Industri Kendal (Kendal Industrial Park) sebagai salah satu kisah sukses kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura yang tahun ini memasuki usia satu dekade.

"Kawasan Industri Kendal akan merayakan hari jadinya yang ke-10 tahun ini dan merupakan salah satu kisah sukses kerja sama Indonesia dan Singapura. Kawasan ini telah mencapai kapasitas penuh dan akan diperluas lagi seluas 1,000 Ha. Perluasan ini akan mendorong lebih banyak investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia melalui peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara," ujar Lawrence Wong.

Lawrence Wong juga menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk memperkuat ketahanan rantai pasok serta terus mengembangkan berbagai peluang kerja sama baru agar kedua negara, termasuk kawasan ASEAN, semakin tangguh dan kompetitif dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Perluasan seluas 1,000 Ha ini merupakan tahap lanjutan dari pengembangan Kawasan Industri Kendal yang sebelumnya telah berhasil mengembangkan sekitar 1,000 Ha pertama dengan tingkat okupansi yang tinggi. Dengan perluasan ini, total luas kawasan akan mencapai 2,000 Ha. Perluasan kawasan ini tentunya menjadi langkah strategis seiring tingginya tingkat okupansi kawasan dan antusiasme investor yang terus menunjukkan tren positif.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong bersama S.D. Darmono - CEO & Founder at PT. Jababeka, Tbk

Kawasan Industri Kendal sendiri merupakan proyek joint venture antara PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd. yang mulai beroperasi pada 2016 sebagai wujud kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam pengembangan kawasan industri. Sejak ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal pada 2019, kawasan terus berkembang dengan menawarkan berbagai kemudahan dan insentif investasi bagi para investor atau pelaku usaha.

Hingga saat ini, Kawasan Industri Kendal telah memiliki lebih dari 140 perusahaan yang bergabung dari berbagai sektor industri dan menyerap lebih dari 40 ribu tenaga kerja. Dalam hampir satu dekade pengembangan, KIK terus menunjukkan pertumbuhan investasi yang positif serta memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi manufaktur di Indonesia bagi perusahaan nasional maupun multinasional. 

Masuknya Perluasan Kawasan Industri Kendal sebagai salah satu hasil Leaders' Retreat Indonesia–Singapura mencerminkan pentingnya peran kawasan ini dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, mengatakan bahwa komitmen yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura menjadi momentum positif bagi pengembangan Kawasan Industri Kendal ke depan.

"Tentunya perluasan kawasan ini merupakan langkah penting untuk menjawab tingginya kebutuhan lahan industri seiring meningkatnya minat investasi di Kawasan Industri Kendal. Pengembangan ini juga diharapkan semakin memperkuat posisi Kawasan Industri Kendal sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional serta mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Singapura” ungkap Juliani.