INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bagi pelaku industri, waktu bukan sekadar hitungan jam. Keterlambatan penyelesaian satu panel listrik atau sistem otomasi dapat menggeser jadwal instalasi, menambah biaya proyek, hingga menghambat operasional pabrik. Persoalan inilah yang selama bertahun-tahun dihadapi banyak perusahaan di Indonesia ketika membutuhkan modifikasi enclosure atau panel industri.
Sebelumnya, sebagian perusahaan harus melakukan modifikasi secara manual atau mengirimkan enclosure ke fasilitas Rittal di Singapura maupun India. Konsekuensinya, waktu pengerjaan menjadi lebih panjang, biaya logistik meningkat, dan koordinasi lintas negara kerap memperumit penyelesaian proyek.
Melihat kebutuhan tersebut, Rittal Indonesia meresmikan Rittal Modification Center (ModCenter) pertama di Indonesia di Jakarta. Kehadiran fasilitas ini menjadi upaya perusahaan mendekatkan layanan engineering ke pelanggan sehingga proses modifikasi dapat dilakukan di dalam negeri dengan standar kualitas yang sama seperti fasilitas Rittal di berbagai negara.
Rittal menginvestasikan sekitar EUR400 ribu untuk pembangunan dan operasional fasilitas ModCenter ini. Investasi itu mencakup penerapan teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi dengan perangkat lunak engineering EPLAN, serta pengembangan kompetensi tenaga engineer lokal melalui program pelatihan dan sertifikasi.
Ajay Bhargava, Executive Vice President ASEAN Region Rittal, mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peran penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di Asia Tenggara.
Menurutnya, pertumbuhan investasi manufaktur, percepatan transformasi digital, hingga pembangunan infrastruktur menjadikan Indonesia sebagai pasar yang semakin strategis bagi pengembangan solusi industri berbasis digital.
“Kehadiran kami melalui Rittal Modification Center di Indonesia mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia serta komitmen untuk menghadirkan kapabilitas engineering global lebih dekat kepada industri lokal,” ujar Ajay.
Keberadaan ModCenter juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat implementasi Making Indonesia 4.0 yang mendorong pemanfaatan otomasi industri, Industrial Internet of Things (IIoT), serta digital engineering di sektor manufaktur.
Jika sebelumnya modifikasi enclosure membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam, kini pekerjaan serupa dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan teknologi Perforex MT. Secara global, teknologi tersebut mampu mempercepat proses machining hingga delapan kali lebih cepat pada material baja dan hingga dua puluh kali lebih cepat untuk stainless steel dibandingkan metode konvensional.
Bukan hanya soal kecepatan mesin. Seluruh proses juga terhubung melalui platform digital engineering EPLAN yang memungkinkan data desain langsung diteruskan ke proses produksi tanpa perlu input ulang secara manual. Integrasi ini mengurangi potensi kesalahan sekaligus menjaga konsistensi hasil produksi.
Michael Schell, Vice President Global Product Portfolio Management Rittal, menilai perubahan kebutuhan industri membuat kecepatan implementasi kini menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan daya saing perusahaan.
“Dalam industri modern, kecepatan implementasi kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri. Pelanggan tidak lagi hanya mencari enclosure yang andal, tetapi juga solusi yang mampu mempercepat keseluruhan proses engineering dan instalasi,” ujarnya.
Rittal menyebut pendekatan digital engineering tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses hingga 74 persen dibandingkan metode konvensional pada kondisi tertentu. Selain itu, implementasi proyek dapat dilakukan 70–80 persen lebih cepat, waktu instalasi di lapangan berkurang hingga 50-60 persen, sementara pekerjaan yang harus dilakukan di lokasi proyek juga dapat ditekan hingga sekitar 40-50 persen karena panel telah dipersiapkan sesuai spesifikasi sejak awal.
Rahul Yadav, Managing Director Rittal Indonesia, mengatakan kehadiran ModCenter bukan sekadar menambah fasilitas baru, tetapi juga memperkuat kemampuan engineering di Indonesia agar pelanggan memperoleh layanan yang lebih cepat tanpa harus bergantung pada fasilitas di luar negeri.
“Dengan hadirnya Modification Center di Indonesia, pelanggan tidak hanya memperoleh akses terhadap standar kualitas global, tetapi juga mendapatkan lead time yang lebih singkat, koordinasi proyek yang lebih efisien, serta proses instalasi yang lebih sederhana,” ujar Rahul.
ModCenter Indonesia merupakan fasilitas modifikasi pertama Rittal di Indonesia sekaligus bagian dari jaringan global Rittal Modification Center yang telah hadir di lebih dari 15 lokasi di seluruh dunia. Fasilitas di Jakarta didukung oleh tenaga ahli dan engineer lokal dengan pendampingan tim regional Asia Tenggara dan kantor pusat Rittal di Jerman untuk memastikan penerapan standar kualitas internasional secara konsisten.
Di tengah percepatan transformasi industri nasional, investasi ini menunjukkan bahwa daya saing manufaktur tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan proses engineering yang lebih cepat, presisi, dan terintegrasi. Ketika hitungan jam dapat dipangkas menjadi hitungan menit, efisiensi bukan lagi sekadar target, melainkan kebutuhan bagi industri yang ingin tetap kompetitif di era digital.