INDUSTRY.co.id - PADANG - PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat ekspansi layanan kesehatannya di luar Pulau Jawa dengan meresmikan perluasan fasilitas RSU Bunda Padang sekaligus menghadirkan sistem bedah robotik pertama di Sumatera Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperluas akses layanan kesehatan berteknologi tinggi di daerah sekaligus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan bedah robotik di Indonesia.
Peresmian yang berlangsung pada 3 Juli 2026 tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi. Melalui investasi tersebut, BMHS membuka akses bagi masyarakat Sumatera, khususnya Sumatera Barat, terhadap layanan bedah robotik untuk berbagai tindakan seperti ginekologi, urologi, uro-nefrologi, hingga bedah digestif.
Teknologi ini memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi lebih tinggi melalui sayatan yang lebih kecil, sehingga berpotensi menekan risiko komplikasi serta mempercepat masa pemulihan pasien dibandingkan metode operasi konvensional.
Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan kelanjutan dari pengembangan ekosistem bedah robotik yang telah dibangun BMHS sejak lebih dari satu dekade lalu.
"Sejak BMHS memperkenalkan bedah robotik pertama kali di Indonesia pada 2012, kami telah membuktikan bahwa teknologi ini bukan sekadar inovasi, melainkan standar baru dalam tata laksana bedah yang memberikan hasil klinis lebih baik sehingga mendukung kualitas hidup pasien jangka panjang. Selama satu dekade, kami terus membangun ekosistem dan pengalaman tersebut, mulai dari protokol klinis, tim multidisiplin terlatih, hingga infrastruktur pendukungnya, dan yang kini kami hadirkan di Sumatera Barat agar manfaatnya dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat," ujarnya.
RSU Bunda Padang menjadi rumah sakit terbaru dalam jaringan RS Bunda Group yang mengoperasikan layanan bedah robotik. Sebagai pelopor teknologi tersebut di Indonesia sejak 2012, BMHS mengklaim telah menangani lebih dari 950 prosedur bedah robotik. Operasional layanan di Padang didukung tim dokter spesialis multidisiplin yang telah menjalani pelatihan sesuai standar grup.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono mengatakan ekspansi ini tidak hanya menambah kapasitas rumah sakit, tetapi juga memperdalam layanan pada tindakan medis yang lebih kompleks.
"Ekspansi layanan ini mencerminkan arah pengembangan BMHS sebagai grup layanan kesehatan yang tumbuh tidak hanya dari sisi kapasitas, tetapi juga kedalaman layanan terutama untuk layanan kompleks. Kami berharap ekspansi dan perluasan fasilitas di RSU Bunda Padang ini dapat menjadi titik rujukan baru bagi masyarakat Sumatera khususnya Sumatera Barat dalam mengakses layanan bedah berteknologi tinggi, sehingga penanganan terbaik tidak lagi terpusat di Pulau Jawa," katanya.
Selain menghadirkan teknologi bedah robotik, BMHS juga memperluas kapasitas fisik RSU Bunda Padang melalui penambahan tempat tidur rawat inap, fasilitas NICU, PICU, serta kamar bedah baru. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat, mengingat rumah sakit ini melayani rata-rata lebih dari 18.000 pasien setiap bulan.
Hospital Director RSU Bunda Padang, Dr. (HC) dr. Helgawati, mengatakan pengembangan fasilitas tersebut diharapkan membuat masyarakat memperoleh layanan kesehatan komprehensif tanpa harus berobat ke luar daerah maupun ke luar negeri.
"Pengembangan fasilitas serta hadirnya teknologi bedah robotik merupakan wujud komitmen rumah sakit untuk terus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang, dengan menyediakan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, mulai dari perawatan ibu dan anak hingga tindakan bedah kompleks, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus bepergian ke luar Pulau bahkan ke luar negeri," ujarnya.
Sejalan dengan ekspansi rumah sakit, BMHS juga meresmikan kantor pertama Bunda Global Pharma (BGP) di Sumatera Barat. Kehadiran entitas distribusi farmasi dan alat kesehatan tersebut ditujukan untuk memperkuat rantai pasok obat dan alat kesehatan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Menurut Agus Heru Darjono, penguatan jaringan distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan klinis secara berkelanjutan.
"Kehadiran BGP di Sumatera Barat adalah bagian dari komitmen kami memastikan ekosistem layanan BMHS berjalan utuh. Fasilitas klinis yang kuat harus ditopang oleh rantai distribusi farmasi dan alat kesehatan yang andal. Itulah peran yang kami emban di sini, dan kami hadir untuk memastikan standar yang sama dijaga dari hulu ke hilir," tutupnya.