INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ekosistem riset nasional melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas laboratorium berteknologi tinggi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Acta User Day Cryo-EM Facility di Laboratorium Cryo-Electron Microscopy (Cryo-EM), Gedung Genomik Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Selasa (30/6).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku industri, dan mitra teknologi untuk memperluas pemanfaatan fasilitas purifikasi protein dan Cryo-EM dalam mendukung riset biologi struktural di Indonesia.
Selain memperkenalkan fasilitas laboratorium, kegiatan tersebut juga mencerminkan transformasi pengelolaan infrastruktur riset BRIN yang kini semakin berorientasi pada peningkatan utilisasi fasilitas, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan jejaring riset lintas sektor.
Integrasi teknologi purifikasi protein dengan sistem Cryo-EM memungkinkan peneliti mengamati struktur biomolekul hingga tingkat sub-nanometer.
Kemampuan tersebut membuka peluang untuk memahami mekanisme biologis secara lebih mendalam sekaligus mempercepat pengembangan obat, vaksin, enzim industri, serta berbagai inovasi di bidang bioteknologi.
Mewakili Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi (DPLFRKST) BRIN, Ananto Nugroho menegaskan bahwa investasi pada infrastruktur sains harus diikuti dengan strategi pemanfaatan yang efektif.
"Cryo-EM merupakan investasi strategis dengan nilai yang sangat besar, sehingga pemanfaatannya harus terus dioptimalkan. Fasilitas ini perlu didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, kesiapan sampel yang baik, serta kolaborasi yang kuat antar pengguna," ujar Ananto.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan fasilitas riset tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunitas pengguna yang aktif dan produktif.
"Nilai utama dari fasilitas riset bukan hanya pada teknologinya, tetapi pada bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan riset yang berdampak. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM dan kolaborasi menjadi faktor kunci," tambahnya.
Pandangan serupa disampaikan Director Discovery and Channels–ASEAN Cytiva, Hajjerah Hassan. Menurutnya, integrasi teknologi pemurnian protein dengan fasilitas analitik beresolusi tinggi seperti Cryo-EM telah mengubah pendekatan ilmuwan dalam mempelajari sistem biologis yang kompleks.
"Integrasi teknologi purifikasi protein dengan fasilitas analitik canggih seperti Cryo-EM membuka peluang besar untuk mempercepat penemuan ilmiah dan inovasi di bidang life sciences," jelas Hajjerah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan sektor industri agar hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Dalam seminar ilmiah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, BRIN menghadirkan sejumlah peneliti untuk berbagi pengalaman pemanfaatan fasilitas Cryo-EM.
Fina Amreta Laksmi, Manager Sub-Laboratorium Purifikasi Protein Unit Cryo-EM, memaparkan layanan pengelolaan fasilitas dan karakterisasi biomolekul.
Sementara itu, Yudhi Nugraha dari Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman BRIN serta Sabar Pambudi dari Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN membagikan pengalaman penerapan teknologi Cryo-EM dalam riset biomedis dan bioteknologi.
Dari pihak industri, Muhammad Arys Rahardja dari Cytiva memperkenalkan inovasi teknologi pemurnian protein guna meningkatkan kualitas preparasi sampel sebelum dianalisis menggunakan Cryo-EM.
Pada sesi berikutnya, Sathya Bhaskar dan Andry Wiguna dari PT Laborindo Sarana memaparkan perkembangan teknologi laboratorium terkini sekaligus peluang kolaborasi antara penyedia teknologi dan lembaga penelitian dalam memperkuat kapasitas riset nasional.
Peserta juga mengikuti tur laboratorium untuk melihat secara langsung proses preparasi sampel, sistem purifikasi protein, hingga analisis struktur biomolekul beresolusi tinggi menggunakan Cryo-Electron Microscopy yang menjadi fondasi berbagai penelitian di bidang kesehatan, ilmu hayati, dan bioteknologi.
Melalui penyelenggaraan Acta User Day Cryo-EM Facility, BRIN menegaskan komitmennya untuk memperluas akses terhadap fasilitas riset berteknologi tinggi, memperkuat budaya kolaborasi, serta mendorong lahirnya temuan-temuan ilmiah yang mampu meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat global dan menghasilkan inovasi berbasis sains bagi pembangunan nasional.