INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah Provinsi Hainan semakin memperkuat kerja sama ekonomi dengan Hong Kong seiring enam bulan beroperasinya secara penuh sistem bea cukai khusus di Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan (Hainan Free Trade Port/FTP).
Dalam kunjungan resmi selama tiga hari, delegasi Hainan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan kamar dagang terkemuka di Hong Kong sekaligus mempromosikan berbagai kebijakan terbaru yang diterapkan sejak operasional bea cukai khusus di seluruh pulau dimulai.
Data yang dipublikasikan Pemerintah Provinsi Hainan menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri yang terus menguat. Hingga 17 Juni, nilai total impor dan ekspor barang mencapai RMB173,98 miliar atau sekitar US$24 miliar, meningkat 54,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor barang bebas tarif mencapai RMB2,645 miliar, melonjak 120 persen secara tahunan dan menghasilkan penghematan bea masuk sebesar RMB440 juta.
Dalam periode yang sama, sebanyak 172.100 entitas usaha baru terdaftar atau meningkat 61 persen, termasuk 1.240 perusahaan penanaman modal asing.
Saat ini, fasilitas bebas tarif telah mencakup 74 persen dari seluruh lini tarif dan dimanfaatkan oleh lebih dari 12.000 pelaku usaha.
Selama berada di Hong Kong, Komite Provinsi Hainan dari Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok (CCPIT Hainan) menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Kamar Dagang Umum Tiongkok Hong Kong serta Kamar Dagang Umum Hong Kong.
Melalui kesepakatan tersebut, para pihak sepakat membangun mekanisme komunikasi rutin untuk pertukaran informasi ekonomi dan perdagangan, sekaligus memperluas kolaborasi di bidang jasa profesional, keuangan hijau, ekonomi digital, manajemen rantai pasok, hingga pariwisata budaya.
Selain itu, akan dibentuk meja layanan bersama guna memberikan konsultasi mengenai kebijakan dan peluang proyek investasi.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk membantu perusahaan-perusahaan Tiongkok daratan memperluas akses ke pasar internasional melalui Hong Kong, sekaligus memfasilitasi perusahaan Hong Kong yang ingin memasuki pasar Tiongkok melalui Hainan.
Delegasi Hainan juga menggelar pertemuan dengan Kamar Dagang Inggris di Hong Kong dan Kamar Dagang Amerika di Hong Kong guna membahas peluang pemanfaatan berbagai kebijakan preferensial Hainan, termasuk pembebasan tarif untuk aktivitas pemrosesan bernilai tambah dan fasilitas rekening perdagangan bebas multifungsi.
Kebijakan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan rantai pasok regional, investasi, serta pembiayaan lintas batas.
Sejumlah perusahaan internasional seperti HSBC dan De Beers telah beroperasi di Hainan. Sementara itu, Inggris menjadi Negara Tamu Kehormatan pada China International Consumer Products Expo 2025, yang semakin mempererat hubungan ekonomi kedua pihak.
Analis industri menilai, di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah, Hainan memanfaatkan posisi strategis Hong Kong sebagai penghubung utama menuju pasar internasional.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat integrasi Hainan ke dalam jaringan modal dan bisnis global, sekaligus menawarkan platform uji coba berbagai kebijakan bagi perusahaan Hong Kong yang ingin memperluas bisnis ke daratan Tiongkok.