INDUSTRY.co.id, Jakarta-PT Catur Sentosa Adiprana ( CSAP) menyelenggarakan RUPS Tahunan & Luar Biasa dan pada kesempatan ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham antara lain; Persetujuan atas laporan kinerja perseroan untuk periode buku 2025. Pada tahun 2025, Perseroan meraih Pendapatan sebesar Rp 17,5 triliun, mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,5% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 17,3 triliun, dengan menghasilkan Laba bersih sebesar Rp 120 miliar.
Perseroan terus mendorong lini bisnisnya untuk terus bertumbuh, meski di periode 2025 dampak daya beli masyarakat terkoreksi cukup dalam, namun tidak menurunkan semangat untuk mendorong pertumbuhan.
Dampak positif pertumbuhan bagi Pendapatan Perseroan 2025 adalah pertumbuhan dari exsiting toko dan juga pembukaan 1 toko baru Mitra10 di Tenth Avenue, Bandung serta tambahan 3 toko Atria di lokasi seperti Tenth Avenue Bandung, Balikpapan, dan Mall of Indonesia, Jakarta.
Idrus Widjajakusuma, Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk mengatakan, dalam Rapat, Perseroan juga telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 4 per saham dengan total Rp 22,7 miliar atau 18,9% dari Laba Bersih 2025.
Memasuki periode 2026, kondisi geopolitik yang memanas, perang antara US versus Iran yang sangat berdampak pada kondisi ekonomi dunia dan nasional yang salah satunya menyebabkan melemahnya nilai rupiah dan meningkatnya tingkat inflasi, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat. Pada periode 1Q2026, pencapaian Pendapatan Perseroan sebesar Rp 4,2 triliun atau tumbuh +1,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan Laba Bersih mengalami peningkatan mencapai Rp 20 miliar atau tumbuh +361% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 4 miliar. Diprediksikan, Perseroan masih mampu mencatatkan pertumbuhan
positif pada pendapatan maupun laba bersih di 2026. Kontribusi Penjualan di segmen distribusi saat ini adalah sebesar 60%, sedang segmen ritel menyumbangkan kontribusi Penjualan sebesar 40%.
Melihat kondisi ini, baik pada segmen distribusi maupun ritel modern, Perseroan saat ini melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usahanya antara lain melakukan konsolidasi, efisiensi dalam proses operasional dan pengelolaan keuangan Perseroan. Terus mengupayakan dan memperhatikan pertumbuhan Pendapatan dan margin Perseroan agar tetap sustain dan berkelanjutan. Di sepanjang tahun ini, Perseroan telah membuka 3 toko Mitra10 di Imam Bonjol Denpasar, Perintis-Makassar, dan Pengayoman-Makassar dan 2 toko Atria di TSM Makassar dan Pengayoman-Makassar.
Idrus Widjajakusuma menambahkan,untuk di periode 2026, Perseroan tetap fokus untuk meningkatkan pertumbuhan toko yang existing dan mengembangkan toko baru Mitra10 di lokasi yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Beberapa lokasi toko baru Mitra10 sudah ada di pipeline Perseroan, antara lain di Jawa maupun luar Jawa.
Konsep Omnichannel yang merupakan transformasi digital terus diperkuat untuk mempertemukan kenyamanan berbelanja online dan offline yang dapat diakses 24/7 di www.mitra10.com dan www.atria.co.id. Konsep ini memberikan fleksibilitas berbelanja, solusi termudah dan terdekat untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan, perlengkapan rumah, furnitur, matras dan perabot rumah.
Strategi ini mengintegrasikan semua saluran media berbelanja yang inovatif termasuk melalui marketplace, dan WhatsApp Business Chat selama jam operasional toko.
Berawal dari sebuah toko cat “Sentosa” sebesar 40m2 di Jakarta pada tahun 1966, memasuki umur ke-59 ini CSAP menjadi perusahaan Independen di Distribusi dan Ritel Modern Bahan Bangunan yang terbesar di Indonesia. Selain Bahan Bangunan CSAP juga mendistribusikan Barang Konsumen (FMCG) dan Bahan Kimia. Saat ini CSAP memiliki 51 area Distribusi Bahan Bangunan di berbagai kota, 4 Cabang Distribusi Kimia, 54 Area Distribusi FMCG, 60 toko “Mitra10” Ritel Modern Bahan Bangunan & Perlengkapan Rumah dan 32 toko “Atria”