Highlights
  • [Jawaban Langsung]: PT Bach Multi Global Tbk (BACH) akan melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan menawarkan 615 juta saham (15,06% dari total saham) pada harga Rp 400–Rp 500 per saham
  • Perusahaan bergerak di dua sektor prospektif: penjualan/sewa genset dan jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi.
  • Kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan positif, dengan pendapatan 2025 mencapai Rp 1,73 triliun (naik 39,66% YoY) dan laba bersih Rp 152 miliar (naik 97,54% YoY).
  • Dana IPO akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang dan modal kerja, terutama untuk pembelian genset.
  • BACH merupakan bagian dari grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk, yang memberikan akses strategis ke infrastruktur digital yang luas.

Profil Perusahaan

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Perseroan didirikan pada 4 September 2006 dan berkedudukan di Jakarta Pusat.

Sejak Juli 2023, Perseroan telah menjadi bagian dari grup PT Sarana Menara Nusantara Tbk, salah satu grup infrastruktur digital independen terkemuka di Indonesia yang memiliki dan mengoperasikan sekitar 36.049 menara telekomunikasi serta sekitar 170.500 km jaringan fiber optik yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Lokasi kantor pusat berada di Wisma 81, Jl. Cideng Barat No. 81, Gambir, Jakarta Pusat 10150, sementara gudang utama berlokasi di Kawasan Pergudangan Modern Cikande, Kab. Serang, Banten. Situs resmi perusahaan adalah bachgroup.co.id.

Bidang Usaha

Perseroan membagi kegiatan usahanya menjadi dua:

1. Penjualan dan Penyewaan Genset

Pasar genset di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat, dengan nilai pasar pada 2024 sebesar US$ 679,46 juta dan diproyeksikan meningkat hingga US$ 1.757,70 juta pada 2035 (CAGR 9,09%). Pertumbuhan didorong oleh kebutuhan pasokan listrik yang andal seiring pembangunan infrastruktur nasional dan ekspansi sektor industri.

2. Jasa Konstruksi dan Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi

Pasar menara telekomunikasi Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 1,87 miliar pada 2026 dengan CAGR sekitar 4,13% hingga 2031. Permintaan didorong oleh pertumbuhan internet, konsumsi data, serta pengembangan jaringan 4G dan 5G.

Kinerja Keuangan

Berikut ringkasan keuangan audited konsolidasian per 31 Desember (dalam Rp miliar):

  • Pendapatan Neto: 2023: Rp 1.004M | 2024: Rp 1.241M | 2025: Rp 1.733M
  • Laba Bruto: 2023: Rp 160M | 2024: Rp 198M | 2025: Rp 311M
  • Laba Bersih: 2023: Rp 35M | 2024: Rp 79M | 2025: Rp 152M
  • Total Aset: 2023: Rp 680M | 2024: Rp 816M | 2025: Rp 1.233M
  • Total Ekuitas: 2023: Rp 372M | 2024: Rp 434M | 2025: Rp 536M

Pertumbuhan YoY (2024→2025):

  • Pendapatan: +39,66%
  • Laba Bruto: +57,28%
  • Laba Bersih: +97,54%
  • Total Aset: +51,13%

Rasio Keuangan Utama (2025):

  • Gross Margin: 17,97%
  • Net Profit Margin: 8,98%
  • ROA: 12,62%
  • ROE: 29,02%
  • EBITDA/Pendapatan: 14,47%
  • Current Ratio: 1,29
  • Debt-to-Equity: 1,30
  • Interest Coverage: 11,48x

Laporan keuangan diaudit oleh KAP Retno Dwi Andani dengan opini tanpa modifikasian.

Detail IPO BACH

  • Kode Emiten: BACH
  • Sektor: Infrastruktur — Genset & Telekomunikasi
  • Jumlah Saham Ditawarkan: 615.000.000 saham (15,06% total saham)
  • Nilai Nominal: Rp 50 per saham
  • Harga Penawaran: Rp 400 – Rp 500 per saham
  • Total Dana Dihimpun: Rp 246 miliar – Rp 307,5 miliar
  • Penjamin Pelaksana Emisi: PT Erdikha Elit Sekuritas

Jadwal IPO:

  • Book Building: 22–24 Juni 2026
  • Tanggal Efektif (est.): 29 Juni 2026
  • Masa Penawaran Umum: 1–3 Juli 2026
  • Penjatahan: 3 Juli 2026
  • Distribusi Saham: 6 Juli 2026
  • Pencatatan di BEI: 7 Juli 2026

Penggunaan Dana IPO

Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk:

  • Rp 91,02 miliar: Pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka panjang (Omnibus Revolving Loan)
  • Rp 213,48 miliar: Modal kerja untuk pembayaran kepada pemasok dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan

Struktur Saham

Sebelum IPO:

  • PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI): 2.135.496.000 saham (61,55%)
  • PT Global Telekomunikasi Prima (GTP): 1.040.832.000 saham (30,00%)
  • Budi Kurniawan: 69.600.000 saham (2,01%)
  • Hartanto Rahardja: 62.400.000 saham (1,80%)

Setelah IPO (15,06% publik):

  • Publik: 15,06%
  • Pemegang saham existing: 84,94%

Hak Opsi GTP: Pada 7 Januari 2026, BMSI memberikan hak opsi kepada GTP untuk membeli 1.042.227.300 saham. Setelah pelaksanaan opsi, GTP akan memiliki 51% kepemilikan Perseroan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa itu BACH?

[Jawaban Langsung]: BACH adalah kode saham PT Bach Multi Global Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset serta jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi.

Kapan BACH dijadwalkan listing di BEI?

[Jawaban Langsung]: Pencatatan saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Berapa kisaran harga saham IPO BACH?

[Jawaban Langsung]: Kisaran harga penawaran saham dalam fase book building untuk IPO BACH adalah Rp 400 hingga Rp 500 per saham.

Siapa pemegang saham mayoritas PT Bach Multi Global Tbk?

[Jawaban Langsung]: Saat ini, PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) memegang mayoritas saham (61,55%). Namun, setelah pelaksanaan hak opsi, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) berpotensi menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 51%.

Bagaimana gambaran kinerja keuangan PT Bach Multi Global Tbk?

[Jawaban Langsung]: Kinerja keuangan PT Bach Multi Global menunjukkan pertumbuhan positif. Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan Rp 1,73 triliun atau naik 39,66% YoY, dengan laba bersih sebesar Rp 152 miliar atau naik 97,54% YoY.