INDUSTRY.co.id - Jakarta, Upaya memperluas pasar ekspor produk Indonesia di Australia kembali menunjukkan hasil positif. Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Canberra mencatat potensi transaksi sebesar USD 3,5 juta dalam keikutsertaan Indonesia pada Global Sourcing Expo (GSE) Sydney 2026 yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 di International Convention Centre (ICC) Sydney, Australia.

Indonesia hadir melalui Paviliun Indonesia seluas 75 meter persegi dan satu stan khusus untuk promosi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Peresmian paviliun dilakukan Atase Perdagangan RI Canberra Agung Haris Setiawan bersama Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana. 

Dukungan juga diberikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, yang mengunjungi paviliun pada 17 Juni 2026.

“GSE merupakan salah satu pameran sourcing terbesar dan paling penting di Australia. Kehadiran Indonesia pada pameran ini menjadi kesempatan strategis memperkenalkan kualitas dan keberagaman produk Indonesia kepada buyer internasional, sekaligus memperluas akses pasar bagi eksportir Indonesia,” ujar Haris.

Sebanyak delapan eksportir Indonesia ambil bagian dalam pameran tersebut, yakni PT Gradial Perdana Perkasa, Linda Chandra Art Shoes, Pakis Jaya Garmindo (Batik Hadinata), Faz Uniforms, Nicole’s Natural, Zemed.id, Two Baskets, dan Adiwinoto Ecoprint Boutique. 

Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari garmen, fesyen, batik, alas kaki, seragam, kerajinan tangan hingga dekorasi rumah yang dinilai memiliki peluang besar di pasar Australia.

Menurut Haris, prospek pasar Australia untuk produk-produk tersebut masih sangat terbuka. Berdasarkan data Australian Bureau of Statistics (ABS), nilai impor Australia untuk kelompok tekstil, pakaian, dan alas kaki mencapai AUD 1,768 miliar pada April 2026. 

Sementara itu, penjualan ritel kategori pakaian, alas kaki, dan aksesori pribadi tercatat sekitar AUD 3,18 miliar pada Juni 2025, meningkat 1,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa Australia merupakan pasar yang relevan dan potensial bagi produk garmen, fesyen, alas kaki, aksesori, tekstil, dan produk pendukung gaya hidup Indonesia,” kata Haris.

Tak hanya berfokus pada promosi dagang, partisipasi Indonesia di GSE Sydney 2026 juga menjadi bagian dari penguatan program Campuspreneur Kementerian Perdagangan. 

Program ini mendorong keterlibatan mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam aktivitas promosi perdagangan, kewirausahaan, dan peningkatan ekspor nasional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Indonesia turut dilibatkan sebagai pendukung operasional paviliun, penjaga stan, hingga fasilitator komunikasi antara pelaku usaha dan calon pembeli internasional.

Salah satu contoh nyata hadir melalui Oriza Utami, mahasiswa MBA University of Sydney yang mewakili Zemed.id, merek pakaian anak asal Indonesia yang tengah merintis ekspor ke Australia. 

Kehadirannya menjadi simbol bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak hanya berperan sebagai diaspora akademik, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha yang berkontribusi terhadap promosi produk nasional.

“Keikutsertaan dalam GSE Sydney 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk memahami secara langsung kebutuhan buyer Australia, membangun jejaring bisnis, serta menguji potensi produk Indonesia di pasar internasional. Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal yang baik bagi Zemed.id untuk merintis ekspor, sekaligus menginspirasi mahasiswa Indonesia lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan ekspor nasional,” ujar Oriza.

Di sisi lain, stan khusus TEI 2026 juga mencatat respons positif. Sebanyak 30 calon buyer asal Australia menyatakan minat untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia.

Global Sourcing Expo sendiri dikenal sebagai salah satu ajang sourcing terbesar di Australia yang mempertemukan buyer, retailer, wholesaler, importir, distributor, dan pelaku industri dengan produsen dari berbagai negara. 

Pameran ini menjadi wadah penting untuk menjalin kemitraan bisnis baru, mencari sumber pasokan alternatif, serta mengikuti tren global dalam industri fesyen, tekstil, alas kaki, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga.

Tahun ini, lebih dari 600 ekshibitor dari berbagai negara turut berpartisipasi, termasuk Indonesia, India, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, Thailand, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, Inggris, dan Afrika Selatan. 

Kehadiran ratusan peserta tersebut menjadikan GSE Sydney 2026 sebagai salah satu pintu strategis bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional, khususnya di kawasan Australia dan Pasifik.