INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bigetron by Vitality (BTR) mencatat sejarah dengan meraih gelar juara Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 17 usai secara mengejutkan menundukkan ONIC ID dengan skor telak 4-1 pada partai Grand Final. Kemenangan tersebut sekaligus menutup salah satu musim paling bersejarah bagi MPL Indonesia yang semakin menegaskan posisinya bukan sekadar kompetisi esports terbesar di Tanah Air, tetapi juga sebagai ruang pertemuan olahraga, budaya anak muda, ekonomi kreatif, dan kebanggaan nasional.
Berakhirnya musim kompetisi domestik membuat perhatian Indonesia kini beralih ke panggung internasional. BTR dan ONIC akan mewakili Indonesia pada Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC), sementara Team Vitality akan mengusung harapan Indonesia pada ajang MLBB Women's International (MWI). Ketiga tim tersebut akan melanjutkan perjuangan Indonesia untuk meraih prestasi dunia, baik di sektor putra maupun putri.
MSC menjadi turnamen pertengahan musim paling bergengsi di kancah global Mobile Legends dengan total hadiah mencapai US$3 juta. Bagi BTR dan ONIC, tiket menuju MSC bukan sekadar penghargaan atas pencapaian di liga domestik, tetapi juga menjadi ujian berikutnya bagi ambisi Indonesia untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama MLBB dunia.
Sementara itu, MWI menjadi panggung penting bagi Team Vitality untuk melanjutkan kiprah Indonesia di ranah esports mobile putri. Keikutsertaan mereka mencerminkan semakin dalamnya talenta esports perempuan di Indonesia sekaligus membuka jalan yang lebih luas bagi atlet perempuan untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa.
Langkah Indonesia di panggung internasional juga akan berlanjut ke Asian Games. Bersama Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) dan legenda bulu tangkis Indonesia Liliyana Natsir, pemain tim nasional MLBB Indonesia Syauki "Nino" Sumarno dan Kenny "Xepher" Deo mengungkapkan semangat mereka untuk tampil membela Merah Putih.
"Saya ingin membuat negara saya bangga dengan cara saya sendiri, dan cara itu adalah dengan bermain Mobile Legends," ujar Nino.
Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Liliyana Natsir, mengatakan bahwa mentalitas atlet esports tidak berbeda dengan atlet olahraga konvensional. Baik di lapangan maupun di dalam permainan, tujuan utamanya tetap sama, yakni membawa kejayaan bagi Indonesia. Meski musim kompetisi telah berakhir, perjuangan Indonesia untuk meraih prestasi internasional baru saja dimulai.
Pada babak Playoff MPL ID Season 17, liga untuk pertama kalinya menghadirkan konsep Tunnel Walk yang terinspirasi dari budaya kedatangan atlet di olahraga global. Para pemain, figur publik, dan kreator konten tidak hanya tampil dengan seragam tim, tetapi juga mengekspresikan gaya pribadi mereka melalui busana jalanan dan fesyen, sehingga menciptakan perpaduan antara dunia gim, gaya hidup, dan budaya anak muda.
Tunnel Walk juga menjadi debut konsep "Originals", inisiatif kekayaan intelektual baru dari MLBB Esports yang bertujuan menjembatani kompetisi esports dengan budaya fesyen. Melibatkan pemain seperti Kairi Rayosdelsol dari ONIC, Manuel "Nnael" Simbolon dari Bigetron, dan Hengky "Kyy" Gunawan dari EVOS, inisiatif ini menempatkan para atlet MLBB tidak hanya sebagai kompetitor, tetapi juga figur budaya yang memengaruhi cara generasi muda menikmati dan berinteraksi dengan esports.
Partai Grand Final turut menjadi tonggak baru kolaborasi MPL Indonesia dengan Tale X yang mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf). Kerja sama tersebut menempatkan MPL Indonesia sebagai "Creative Playground" bagi pengembangan kekayaan intelektual dan talenta kreatif lokal.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar memperkenalkan secara resmi Suga, maskot pertama MPL Indonesia. Kehadiran Suga menjadi simbol dukungan berkelanjutan pemerintah dalam memanfaatkan esports sebagai wadah untuk mengangkat kreativitas Indonesia dan memperkenalkan karya lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Berakar dari identitas Indonesia, Suga merepresentasikan MPL ID sebagai liga yang dibentuk oleh budaya lokal, kebanggaan komunitas, dan ekspresi kreatif. Kehadirannya menjadi langkah baru dalam menghubungkan esports dengan penceritaan, pengembangan karakter, dan ekonomi kreatif nasional.
Di sisi kompetitif, Bigetron by Vitality akhirnya mematahkan stigma yang selama ini membayangi mereka. Setelah bertahun-tahun mengalami pasang surut performa, pergantian susunan pemain, dan kekecewaan di babak playoff, tim berjuluk Red Robot tersebut akhirnya mewujudkan penantian panjang melalui semangat "Trust the Process".
Sebagai salah satu organisasi yang telah berpartisipasi sejak musim pertama MPL Indonesia, Bigetron datang ke Grand Final bukan hanya membawa ambisi merebut gelar, tetapi juga membawa harapan besar untuk mencetak sejarah.
Menghadapi ONIC ID, mereka tampil dominan dan memastikan kemenangan 4-1 untuk mengamankan gelar juara MPL Indonesia pertama dalam sejarah organisasi. Dengan kemenangan tersebut, Bigetron juga menjadi tim pertama yang meraih predikat bergengsi "KINGFINIX" yang diperkenalkan Infinix sebagai Presenting Partner MPL Indonesia musim ini.
Pemain mid laner Marcel "Moreno" Sinulingga dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Grand Final berkat penampilan impresifnya sepanjang laga puncak.
Selain itu, MPL Indonesia juga memperkenalkan Schevenko "Skylar" Tendean dari ONIC dan Grant Duane "Kelra" Pillas sebagai duta resmi MLBB Season 41. Keduanya menggantikan Kairi dan JessNoLimit dalam upaya memperkuat hubungan antara dunia esports profesional dengan komunitas pemain yang lebih luas.
Penutupan MPL Indonesia Season 17 bertepatan dengan perayaan satu dekade Mobile Legends: Bang Bang. Tonggak tersebut menandai perjalanan gim tersebut dari sekadar permainan mobile menjadi salah satu ekosistem esports paling berpengaruh di dunia. Di Indonesia, pertumbuhan tersebut dibentuk oleh kontribusi pemain, tim, kreator, komunitas, penggemar, serta pelaku industri kreatif lokal. Musim ke-17 menjadi bukti bahwa MPL Indonesia kini berkembang melampaui sekadar kompetisi, menjadi panggung bagi kebanggaan nasional, budaya anak muda, fesyen, hiburan, dan kreativitas Indonesia.