INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat preservasi ruas Kudus–Pati–Rembang sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan nasional di koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menjadi jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Salah satu fokus penanganan saat ini berada di Jalan Lingkar Juwana–Pati, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga kemantapan jalan nasional, khususnya pada jalur strategis dengan volume lalu lintas tinggi seperti Pantura Jawa. Menurutnya, keberadaan jalur tersebut sangat penting dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
“Jalur Pantura merupakan urat nadi konektivitas dan distribusi logistik nasional. Karena itu, kualitas jalan nasional harus tetap terjaga agar aman dilalui masyarakat maupun kendaraan logistik. Kementerian PU terus melakukan preservasi secara berkelanjutan agar kondisi jalan tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” kata Dody.
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Kementerian PU saat ini memfokuskan pekerjaan pada ruas Jalan Lingkar Juwana–Pati sepanjang 990 meter dengan lebar 10,5 meter. Penanganan dilakukan melalui rekonstruksi perkerasan rigid atau beton pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat.
Pekerjaan diawali dengan pembongkaran perkerasan lama yang rusak, dilanjutkan perbaikan tanah dasar serta pengecoran beton baru guna memperkuat struktur jalan. Selain itu, dilakukan pengaspalan di Jembatan Lama Juwana dan pekerjaan transisi antara beton lama dengan beton baru. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 85 persen. Pekerjaan beton rigid telah rampung dan tersisa pengaspalan di atas Jembatan Jeratun serta Jembatan Juwana lama yang ditargetkan selesai pada pertengahan bulan ini.
Untuk menjaga kualitas konstruksi, pelaksanaan proyek dilakukan dengan target pengecoran harian sebesar 200 meter kubik dengan total volume mencapai 2.400 meter kubik. Pengendalian mutu juga diterapkan secara konsisten mengingat ruas Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari koridor strategis Pantura dengan dominasi kendaraan angkutan barang bertonase besar.
Selama proses pekerjaan berlangsung, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta menerapkan rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Kendaraan kecil seperti sepeda motor dan minibus masih dapat melintas di sekitar lokasi proyek. Sementara itu, kendaraan besar dari arah Rembang menuju Pati mendapat pengaturan khusus, terutama di sekitar Jembatan Jeratun yang mengalami penyempitan karena lebar jembatan hanya 7,5 meter. Arus kendaraan dari arah Pati menuju Rembang tetap dilayani sesuai pengaturan petugas di lapangan.
Penanganan Jalan Lingkar Juwana–Pati merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Kudus–Pati–Rembang Tahun Anggaran 2025–2027 yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Paket tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp202,9 miliar dengan total penanganan efektif sepanjang 14,66 kilometer. Masa pelaksanaan proyek berlangsung selama 540 hari kalender sejak 11 Desember 2025 hingga 3 Juni 2027 dan akan dilanjutkan dengan masa pemeliharaan selama satu tahun hingga 2 Juni 2028.
Melalui program preservasi tersebut, Kementerian PU berharap kondisi jalan nasional di koridor Pantura semakin mantap sehingga konektivitas antarwilayah, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Kementerian juga mengimbau para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan selama pekerjaan berlangsung.