INDUSTRY.co.idTangerang - Industri keramik nasional terus memperkuat fondasi pertumbuhannya, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Advertisement

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara President University dan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) dalam rangkaian pameran Megabuild, Keramika, dan Megaproperty Expo 2026 di NICE PIK 2, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Penandatanganan MoU tersebut juga disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza.

Advertisement

Wamenperin mengapresiasi penandatanganan MoU antara Asaki dan President University. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi mulai dari pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi hingga penyerapan tenaga kerja.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi model link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan talenta-talenta unggul yang akan memperkuat daya saing industri keramik nasional di masa depan,” kata Faisol Riza.

Advertisement

Adapun, MoU tersebut mencakup pengembangan kurikulum, program magang, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja di sektor industri keramik.

Wakil Rektor President University, Fransiska Wiratiskusuma mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dan industri.

Advertisement

"President University akan bekerja sama dengan ASAKI dalam pengembangan kurikulum agar semakin selaras dengan kebutuhan industri keramik," ujar Fransiska.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dari sisi akademisi, Dekan Fakultas Teknik President University, Josef Barita Sar Manik, menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya berfokus pada penyesuaian kurikulum, tetapi juga peningkatan kapasitas industri melalui program peningkatan keterampilan (capacity building).

Ia menjelaskan Fakultas Teknik President University memiliki sejumlah program studi yang relevan dengan kebutuhan industri keramik, seperti Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, hingga Teknik Sipil.

"Kerja sama ini bertujuan saling memberikan kompetensi masing-masing. Kami memiliki keahlian di bidang pendidikan yang sangat relevan dengan industri keramik," kata Josef.

Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan teknis terhadap kebutuhan industri, mulai dari proyek-proyek sektor keramik hingga pelatihan langsung yang diberikan oleh dosen berpengalaman.

President University dan ASAKI juga berencana memetakan kurikulum bersama yang berkaitan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk bidang rekayasa proses temperatur tinggi dan otomasi manufaktur.

Josef menambahkan, mahasiswa telah dipersiapkan untuk terjun langsung ke industri melalui program magang intensif selama dua semester.

"Kami memiliki program internship yang intensif sehingga mahasiswa dapat bekerja di industri keramik selama dua semester berturut-turut," ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, ASAKI dan President University berharap dapat memperkuat ekosistem pengembangan SDM industri sekaligus meningkatkan daya saing industri keramik Indonesia di pasar global.