INDUSTRY.co.id - Padang-Dalam kunjungan kerjanya di Ranah Minang akhir pekan lalu. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyempatkan diri mengunjungi pusat produksi kripik singkong balado Ummi Aufa Hakim.
Tidak hanya mencicipi panganan atau oleh-oleh khas Padang tersebut, Airlangga melihat secara langsung proses pengolahannya termasuk ikut juga menggoreng kripik singkongnya.
"Enak dan gurih kripiknya," ungkap Airlangga saat kunjungan kerjanya di Padang, Sumatera Barat, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, kripik sanjai (singkong) Ummi Aufa Hakim termasuk dalam produk unggulan IKM pangan binaan Kemenperin.
"Ini kami jadikan unggulan karena perkembangannya sangat cepat, baik dalam omzet maupun penyerapannya terhadap tenaga kerja lokal," jelasnya.
Didirikan sejak tahun 1999 oleh Lukman El Halim di Kota Payakumbuh, awalnya hanya memproduksi kripik sanjai balado dengan kapasitas 300 kg per bulan dengan dibantu lima tenaga kerja. Seiring waktu, usahanya terus berkembang dan Lukman mulai berani membuka gerai pada tahun 2005 dan 2011.
Bahkan, usahanya mendapat pembinaan melalui fasilitas perbaikan desain kemasan dan program One Village One Product (OVOP). Kemenperin juga memfasilitasi bimbingan penerapan dan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
Saat ini, kapasitas produksinya mencapai 300 ton per bulan dengan jumlah mitranya mencapai 100 unit usaha dan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja. Omzet mitranya rata-rata mencapai Rp 600 juta per bulan. Lukman juga bermitra dengan 20 petani singkong di Payakumbuh dan Padang Pariaman.