INDUSTRY.co.id - Jakarta-Survei Visa terhadap masyarakat Indonesia cukup mengejutkan, sebabanya disebutkan 80% masyarakat lebih senang menggunakan uang non tunai atau uang elektronik saat melakukan pembayaran.
Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Harianto Gunawan meyakini bahwa tren non tunai didorong oleh konsumen yang semakin menginginkan alat bayar yang aman, cepat, dan tanpa kendala.
”Penelitian kami menunjukkan bahwa masalah keamanan merupakan salah satu penyebab masyarakat berpindah ke kartu pembayaran eletronik seperti kartu debit, kredit, ATM, dan uang elektronik. Responden lainnya lebih suka menggunakan metode nontunai sebab lebih mudah dan tidak merepotkan dibandingkan dengan menggunakan uang tunai," kata Harianto di Jakarta, Selasa (29/8/2017).
Metode pembayaran di negara-negara Asia Tenggara termasuk di Indonesia, kata dia, telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Inovasi teknologi baru, akses internet yang semakin luas, serta semakin banyaknya masyarakat yang memiliki perangkat mobile merupakan hal-hal yang mendorong perkembangan pesat dalam melakukan transaksi pembayaran.
Menurut dia, pertumbuhan smartphone di Indonesia juga menjadi pendorong pertumbuhan perdagangan online. Dalam penelitian tersebut, 82% responden mengakui bahwa mereka menggunakan smartphone untuk berbelanja dan sekitar 47% responden menggunakan smartphonenya setiap minggu.
Pengguna smartphone tersebut terdiri dari 88% konsumen Generasi Y dan 73% konsumen Generasi X. Pada dasarnya, konsumen saat ini mulai berpaling ke pembayaran mobile sebab lebih mudah, nyaman. dan dapat melakukan pembelian di mana saja dan kapan saja.
Selanjutnya, penelitian tersebut menyatakan bahwa on-demand services (layanan berbasis permintaan) sebuah layanan yang diciptakan oleh perusahaan teknologi dalam rangka memenuhi permintaan konsumen dengan menyediakan barang dan jasa dengan cepat saat ini mengalami peningkatan yang pesat. Sedikitnya 65% masyakarakat Indonesia mengaku pernah menggunakan on-demand services yang disediakan oleh Gojek, Uber, dan Grab untuk memesan taksi. memesan tiket perjalanan, mengantarkan makanan, dan berbelanja.
"Konsumen saat ini tidak suka berlama-lama mengantre di kasir. Mereka lebih suka berbelanja dari rumah menggunakan aplikasi mobile dan barangnya diantarkan langsung ke rumah. Para konsumen lebih suka dengan taksi yang datang menjemput mereka, dan lebih memilih untuk memesan hotel secara online melalui smartphone," ujar Harianto.