INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Propan Industrial Coating Chemicals (Propan Raya ICC) telah menyelesaikan pembangunan pabrik cat berbasis air yang akan diresmikan pada September 2017 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Propan Raya ICC, Hendra Adidarma seusai menemui Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Kantor Kemenperin, Jakarta (28/8/2017).
"Pabriknya saat ini sudah selesai pembangunannya dengan kapasitas terpasang 100.000 ton pertahun. Dengan demikian, kami memiliki tiga pabrik dengan kapasitas 200.000 ton per tahun," ujar Hendra.
Ia menambahkan, pabrik baru perseroan bakal beroperasi menggunakan teknologi terkini, yaitu raid production system (RPS) yang berasal dari Jerman. "Ini merupakan pabrik pertama di Asia Pasifik yang menggunakan teknologi seperti ini," terangnya.
Pabrik baru ini berlokasi di Tangerang dan difokuskan untuk produksi cat sintetis berbahan air atau water based, sedangkan dua pabrik lama memproduksi cat water based dan cat solvent based.
Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan, kedepannya perseroan akan mengubah produksi keseluruhan menjadi cat water based karena lebih ramah lingkungan, membantu menurunkan panas bumi, dan lebih hemat.
"Saat ini, di dunia hanya ada tiga pabrik cat yang menggunakan teknologi RPS, yaitu 2 pabrik di Jerman dan 1 pabrik di Indonesia, yaitu Propan," imbuhnya.
Hendra menjelaskan, keunggulan teknologi RPS ini antara lain produksi yang sangat cepat, yaitu 25 ton per batch dalam waktu 4 jam, produk yang dihasilkan konsisten dan stabil, penggunaan sumber daya manusia yang sedikit, fleksibel, dan hemat ruang.
Disisi lain, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, industri cat dalam negeri saat ini mengalami beberapa kemajuan, salah satunya kemajuan dalam bidang teknologi produksi.
"Dengan inovasi teknologi membuat produksi cat air bisa efektif dan efisien," ungkap Airlangga.
Menperin juga berharap produsen cat dalam negeri agar selalu berinovasi dalam teknologi produksi. "Dengan inovasi teknologi, produk cat dalam negeri tidak kalah dengan produk luar negeri," pungkasnya.