INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya baca nasional melalui peluncuran Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahwa buku hanya akan memberikan dampak apabila benar-benar dibaca dan dimaknai.
“Buku tidak memberikan manfaat apapun sampai dibaca dan menginspirasi pembacanya. Di sinilah Relima hadir sebagai aktivator dan katalisator gerakan literasi,” tegasnya dalam acara peluncuran bertema Kolaborasi untuk Gerakan Literasi Berdampak.
Pada tahun 2026, Perpusnas menggandakan jumlah relawan menjadi 360 orang, terdiri dari 154 relawan lama dan 206 relawan baru. Mereka akan bertugas di 322 wilayah kerja, meliputi 251 kabupaten dan 71 kota di seluruh Indonesia.
Langkah ini dinilai strategis, terutama di tengah pemotongan anggaran hingga 48 persen. Tahun sebelumnya, jumlah relawan hanya 180 orang.
Menurut Aminudin, peningkatan jumlah relawan menjadi kunci untuk memastikan distribusi bahan bacaan bermutu di 20.000 titik (lokus) benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
“Daripada buku hanya menjadi koleksi tidak dimanfaatkan, harus ada intervensi. Relima menjadi keniscayaan untuk mengaktifkan buku melalui berbagai aktivitas literasi,” jelasnya.
Relima tidak hanya mendampingi perpustakaan, tetapi juga berperan dalam advokasi serta pengembangan program literasi di desa dan komunitas. Mereka bekerja dalam jejaring bersama dinas perpustakaan daerah, sekolah, pemerintah, serta masyarakat.
Relawan asal Kabupaten Tangerang, Andri Gunawan, mengungkapkan bahwa masih banyak perpustakaan desa yang belum bertransformasi dan sebatas melayani peminjaman buku.
Namun, sejak hadirnya Relima, berbagai inovasi mulai tumbuh. Kolaborasi dengan bunda literasi desa hingga pembentukan pos baca menjadi contoh nyata perubahan layanan perpustakaan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk penguatan tata kelola program, Perpusnas juga meluncurkan Sir5 (Sistem Informasi Relima), aplikasi berbasis web untuk pelaporan dan evaluasi kegiatan.