INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Maskapai bertarif rendah Scoot memperkuat agresivitas ekspansi armadanya dengan memesan 11 pesawat tambahan keluarga Airbus A320neo untuk menopang pertumbuhan jaringan penerbangan di kawasan Asia Pasifik yang dinilai masih menjanjikan dalam jangka panjang.

Anak usaha Singapore Airlines itu mengumumkan telah menandatangani pesanan pasti untuk lima pesawat Airbus A320neo serta mengeksekusi opsi pembelian enam unit tambahan dari kontrak dengan Airbus yang diteken pada 2014. Seluruh pesawat dijadwalkan dikirim secara bertahap mulai 2028.

Dengan tambahan tersebut, total pesanan Scoot untuk keluarga A320neo meningkat menjadi 20 pesawat. Seluruh armada baru akan menggunakan mesin Pratt & Whitney PW1100G-JM dan dikonfigurasi dalam kelas tunggal dengan kapasitas 186 kursi untuk tipe A320neo serta 236 kursi untuk A321neo.

Langkah ekspansi ini dilakukan di tengah optimisme industri penerbangan terhadap pemulihan dan pertumbuhan permintaan perjalanan udara, khususnya di Asia Pasifik. Penambahan armada dinilai penting untuk memperluas kapasitas penerbangan Scoot pada rute-rute menengah dengan durasi lima hingga enam jam penerbangan.

Chief Executive Officer Scoot, Leslie Thng, mengatakan permintaan perjalanan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan sehingga maskapai perlu memperkuat kapasitas dan konektivitas jaringannya.

“Kami memperkirakan permintaan perjalanan akan terus meningkat, terutama di kawasan Asia-Pasifik, dalam beberapa tahun mendatang. Jangkauan dan kapasitas armada pesawat keluarga A320neo akan memungkinkan Scoot untuk memperluas dan memperkuat konektivitas jaringan SIA Group,” ujar Leslie Thng dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Menurut dia, tambahan armada itu juga akan membuka peluang pertumbuhan baru bagi grup SIA sekaligus memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi pelanggan.

Scoot dalam beberapa tahun terakhir memang agresif memperluas jaringan penerbangannya. Sejak tahun fiskal 2022/2023, maskapai ini telah membuka 25 destinasi baru, termasuk kota-kota nonmetropolitan seperti Chiang Rai di Thailand dan Phu Quoc di Vietnam, hingga rute jarak jauh menuju Wina, Austria. Sebanyak 16 destinasi baru dioperasikan eksklusif dari Singapura oleh Scoot.

Per Juni 2026, Scoot diproyeksikan melayani 85 destinasi atau sekitar separuh dari total tujuan internasional yang terhubung melalui Bandara Changi Singapura. Sebanyak 37 rute di antaranya merupakan layanan eksklusif Scoot.

Ekspansi tersebut mempertegas strategi Scoot sebagai pengumpan utama jaringan penerbangan SIA Group sekaligus memperkuat posisi Singapura sebagai hub penerbangan internasional di kawasan Asia.

Leslie menambahkan kombinasi armada pesawat Embraer E190-E2, Airbus A320 Family, dan Boeing 787 Dreamliner membuat Scoot mampu melayani rute pendek hingga jarak jauh secara lebih efisien.

“Kombinasi armada Scoot yang terdiri dari pesawat jet regional Embraer E190-E2, pesawat berlorong tunggal keluarga Airbus A320, dan pesawat berbadan lebar keluarga Boeing 787 memungkinkan kami mengoperasikan jaringan penerbangan yang luas,” katanya.

Saat ini Scoot mengoperasikan 63 pesawat yang terdiri dari 24 Boeing 787 Dreamliner, 30 armada keluarga A320, serta sembilan Embraer E190-E2. Sebagai bagian dari modernisasi armada, maskapai berencana memensiunkan enam unit A320ceo pada 2028.

Selain untuk ekspansi bisnis, peremajaan armada juga menjadi bagian dari strategi pengurangan emisi karbon perusahaan. Scoot menyebut pesawat keluarga A320neo mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20% dibanding generasi sebelumnya, sehingga mendukung target nol emisi bersih SIA Group pada 2050.