INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) kembali menunjukkan komitmennya menjaga konsistensi imbal hasil kepada investor. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perseroan menyepakati pembagian dividen tunai senilai US$68,16 juta dari laba tahun buku 2025.
Keputusan itu mempertegas kebijakan emiten penyedia listrik swasta tersebut yang tetap agresif mendistribusikan laba di tengah kebutuhan ekspansi dan penguatan modal jangka panjang. Nilai dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar US$22,95 juta yang telah dibayarkan pada 12 Desember 2025.
Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham tercatat sebesar US$45,2 juta. Sementara itu, sekitar US$3,8 juta dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam jangka panjang.
Jika mengacu pada dividen interim yang sebelumnya telah ditebar sebesar Rp24,21 per saham dan laba per saham tahun buku 2025 yang mencapai Rp73,80, maka dividen final yang akan diterima investor diperkirakan sebesar Rp45,59 per saham.
Dari sisi fundamental, kinerja POWR sepanjang 2025 masih solid. Perseroan mencatatkan penjualan neto sebesar US$553,5 juta dengan laba bersih mencapai US$72,1 juta. Raihan tersebut mencerminkan margin laba bersih sekitar 13%, menandakan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan energi sektor industri.
Secara operasional, volume penjualan listrik perseroan mencapai 4.150 GWh dengan total daya tersambung sebesar 1.376 MVA. Tingkat keandalan pembangkit juga tetap tinggi, tercermin dari faktor ketersediaan listrik sebesar 96% dan faktor kapasitas neto di level 54%.
Basis pelanggan yang kuat masih menjadi penopang utama bisnis POWR. Perseroan kini melayani lebih dari 2.500 pelanggan, dengan sekitar 75% di antaranya tercatat telah menjadi pelanggan selama lebih dari satu dekade.
Portofolio pelanggan yang tersebar di berbagai sektor industri seperti otomotif, elektronik, plastik, makanan, kimia, barang konsumsi, tekstil, hingga pusat data menjadi bantalan stabilitas permintaan listrik perseroan.
Dengan struktur pelanggan yang loyal dan konsumsi listrik industri yang tetap tumbuh, prospek bisnis POWR dinilai masih cukup terjaga. Kebijakan pembagian dividen yang tetap besar sekaligus menyisihkan laba untuk penguatan modal menunjukkan upaya perseroan menjaga keseimbangan antara return bagi investor dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.