INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk mulai menunjukkan sinyal pemulihan fundamental pada kuartal I-2026. Bank yang berada di bawah kendali KB Financial Group ini mencatat perbaikan di sejumlah indikator utama, mulai dari pertumbuhan kredit, peningkatan margin bunga bersih, hingga laba operasional sebelum pencadangan yang kembali mencatatkan angka positif.
Pada tiga bulan pertama tahun ini, KB Bank menyalurkan kredit sebesar Rp43,19 triliun atau tumbuh 2,61% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh membaiknya kualitas portofolio kredit, tercermin dari kenaikan kredit lancar sebesar 4,76% YoY menjadi Rp34,02 triliun.
Perbaikan kualitas aset itu mulai terefleksi pada kinerja intermediasi dan profitabilitas bank. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) melonjak 97,28% YoY menjadi Rp363 miliar. Lonjakan ini didorong oleh perbaikan net interest margin (NIM) yang naik signifikan ke level 2,09%, dari sebelumnya 1,09% pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan margin bunga bersih menjadi indikator bahwa strategi penataan struktur aset dan liabilitas mulai berjalan efektif, terutama di tengah tekanan industri perbankan terhadap biaya dana yang masih relatif tinggi.
Momentum perbaikan tersebut juga tercermin dari capaian pre-provision operating profit (PPOP). Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan KB Financial Group pada 2020, KB Bank berhasil membukukan PPOP positif sebesar Rp9 miliar pada kuartal I-2026.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan capaian kuartal pertama menjadi fondasi penting dalam proses transformasi bisnis perseroan.
“Kinerja triwulan I-2026 menunjukkan KB Bank terus berada di jalur yang tepat, dengan perbaikan yang tercermin dari pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, peningkatan margin bunga bersih, dan PPOP yang kembali positif. Meski demikian, kami menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, terutama dalam kualitas kredit, fundamental bisnis secara keseluruhan, serta penguatan struktur permodalan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujar Kunardy.
Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tercatat sebesar Rp41,52 triliun. Yang menarik, komposisi dana murah atau current account savings account (CASA) tumbuh 5,74% YoY menjadi Rp13,09 triliun. Peningkatan CASA ini menjadi faktor penting dalam menekan cost of fund dan menopang ekspansi kredit secara lebih efisien.
Kunardy menegaskan perseroan akan menjaga momentum pemulihan dengan fokus pada pertumbuhan berkualitas dan penguatan manajemen risiko.
“Fokus kami ke depan adalah menjaga momentum ini melalui pertumbuhan berkualitas, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penguatan sinergi dengan KB Financial Group,” katanya.
Ke depan, tantangan KB Bank masih terletak pada konsistensi perbaikan kualitas aset dan penguatan struktur permodalan. Namun, dengan tren perbaikan yang mulai terlihat pada awal tahun, ruang pemulihan kinerja dinilai semakin terbuka, terutama jika strategi efisiensi pendanaan dan penyehatan portofolio kredit dapat terus dijaga.