INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Emiten ritel dan distribusi gadget, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), membuka tahun 2026 dengan kinerja impresif. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatat lonjakan penjualan dan laba bersih yang signifikan, ditopang permintaan yang tetap solid di segmen handset serta kontribusi yang makin besar dari lini bisnis non-inti.
Berdasarkan laporan kinerja per 31 Maret 2026, ERAA membukukan penjualan neto sebesar Rp22,4 triliun atau tumbuh 41,12% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,9 triliun.
Dari sisi profitabilitas, pertumbuhan terlihat lebih agresif. Laba bruto perseroan naik 33,07% YoY menjadi Rp2,39 triliun. Sementara itu, laba bersih ERAA melesat 133,49% menjadi Rp495,6 miliar. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp452,7 miliar, naik 122,73% secara tahunan.
Manajemen menilai capaian ini menjadi bukti strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata, di tengah persaingan industri ritel elektronik yang semakin kompetitif.
Deputy Group CEO Hasan Aula mengatakan, momentum pertumbuhan di awal tahun ini mempertegas kekuatan fondasi bisnis yang telah dibangun perusahaan selama tiga dekade.
“Memasuki tahun ke-30 Erajaya, pencapaian ini menegaskan bahwa fondasi yang telah kami bangun selama tiga dekade kini semakin mengakselerasi pertumbuhan. Kinerja solid di Q1 2026 mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi yang dijalankan secara konsisten, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel yang terukur, serta semakin kuatnya kontribusi dari berbagai vertikal bisnis,” ujar Hasan.
Segmen ponsel dan tablet masih menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. ERAA mencatat momentum konsumsi selama periode Tahun Baru Imlek dan Ramadan menjadi katalis positif bagi penjualan, terutama untuk kategori perangkat utama, aksesori, hingga produk gaya hidup.
Namun demikian, peta bisnis ERAA kini semakin bergeser menuju model bisnis yang lebih terdiversifikasi. Lini Erajaya Active Lifestyle dan Erajaya Food & Nourishment mulai memberikan kontribusi yang semakin signifikan terhadap pendapatan konsolidasi, memperkuat upaya perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap bisnis handset.
Di usia ke-30 tahun, ERAA kini mengoperasikan 2.333 jaringan ritel di seluruh Indonesia, didukung oleh 70 pusat distribusi. Skala operasional tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif perseroan dalam menjaga efisiensi distribusi sekaligus memperluas penetrasi pasar.
Ke depan, ERAA menargetkan penguatan posisi sebagai ekosistem ritel terintegrasi melalui ekspansi yang lebih selektif, peningkatan pengalaman pelanggan, dan penguatan portofolio merek yang dinilai semakin relevan dengan perubahan preferensi konsumen domestik.
Dengan pertumbuhan laba yang jauh melampaui kenaikan penjualan pada kuartal pertama, ERAA memberi sinyal bahwa strategi diversifikasi tak hanya menopang pertumbuhan topline, tetapi juga mulai mempertebal margin keuntungan di tengah momentum konsumsi yang masih terjaga.