INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kinerja sektor manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, penguatan SDM industri yang adaptif dan produktif merupakan kunci dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
“Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin menggelar berbagai program strategis mulai dari pendidikan vokasi hingga pelatihan berbasis industri 4.0.
Program pendidikan vokasi tersebut dijalankan di 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK yang tersebar di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, sebanyak 5.472 lulusan berhasil dihasilkan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri manufaktur. Saat ini, pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) juga telah dibuka untuk menjaring calon SDM unggul baru.
Selain itu, pelatihan vokasi dilaksanakan di 7 Balai Diklat Industri (BDI) dengan skema skilling, reskilling, dan upskilling. Sepanjang 2025, sebanyak 1.362 peserta telah dilatih, disertifikasi, dan berhasil ditempatkan bekerja.
Kemenperin juga aktif dalam Program Magang Nasional dengan memfasilitasi 3.969 calon tenaga kerja untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri.
Tak hanya mencetak tenaga kerja, BPSDMI turut mendorong lahirnya wirausaha industri melalui program inkubator bisnis. Sebanyak 37 tenant binaan berhasil mencatatkan total omzet hingga Rp11,5 miliar dan menyerap 212 tenaga kerja baru.
Sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0, pelatihan berbasis transformasi digital juga terus diperkuat melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0. Kemenperin turut memberikan pendampingan kepada perusahaan dalam mengadopsi teknologi industri 4.0.
“Dalam rangka mendukung pengembangan karier tenaga kerja industri, kami juga bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi,” tambah Agus.
Kemenperin juga terus memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Data terbaru menunjukkan, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas terus meningkat. Dari 15,49 juta tenaga kerja pada 2015, jumlah tersebut naik menjadi 20,26 juta orang pada Agustus 2025, menjadi level tertinggi sepanjang periode pengamatan.
Momentum Hari Buruh Internasional juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi kepada para pekerja industri.
“Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global,” tegas Agus.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengungkapkan, tingkat serapan lulusan vokasi Kemenperin mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan ditargetkan mencapai 100 persen dalam enam bulan.
Bahkan, lulusan vokasi Kemenperin kini telah bekerja di 21 negara dan mengantongi sertifikasi internasional dari lembaga ternama seperti Vapro (Belanda), Siemens (Jerman), hingga Hobart Technology (Australia).
Untuk memperkuat keterkaitan dengan industri, BPSDMI juga mengembangkan program “Kelas Industri”. Di tingkat SMK, sebanyak 411 siswa difasilitasi dalam 12 program bersama 24 mitra industri. Sementara di tingkat politeknik, 473 mahasiswa mengikuti 18 program studi hasil kerja sama dengan 18 industri.
Tak hanya itu, Kemenperin juga membuka Kelas Industri Internasional yang mempersiapkan lulusan untuk langsung bekerja di perusahaan global, seperti Krakatau Posco di Korea Selatan dan Morimitsu Industry Co., Ltd. di Jepang.