INDUSTRY.co.id - CIMAHI — Platform pinjaman daring Kredit Pintar memperkuat upaya mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui gelaran Festival Pasar Rakyat di Lapangan Brigif Kujang 15, Cimahi, Minggu (26/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas literasi keuangan sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sejak pagi, ratusan warga memadati area festival yang dipenuhi puluhan lapak UMKM, mulai dari sektor kuliner, minuman, fesyen, hingga kerajinan tangan. Bagi para pelaku usaha, ajang ini tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga medium memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan eksposur produk di tengah masyarakat.

Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Andi Kasim mengatakan, Festival Pasar Rakyat menjadi bagian dari kampanye #TemanAturUang yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Festival Pasar Rakyat ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui campaign #TemanAturUang, kami ingin menegaskan bahwa Kredit Pintar tidak hanya menyediakan akses finansial, tetapi juga hadir sebagai teman yang mendukung masyarakat dalam mencari peluang, mengembangkan usaha, dan berani naik level,” ujar Ronny.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya bertumpu pada akses modal, tetapi juga membutuhkan dukungan berupa literasi keuangan, akses pasar, dan ruang pengembangan usaha yang inklusif.

“Kami percaya setiap pelaku UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh. Yang dibutuhkan bukan hanya modal, tetapi juga akses, literasi, dan ruang untuk berkembang. Festival ini kami hadirkan sebagai ruang tersebut—inklusif, edukatif, dan memberdayakan,” lanjutnya.

Langkah ini sejalan dengan tren pertumbuhan pembiayaan digital di daerah. Di wilayah Bandung, total penyaluran pinjaman Kredit Pintar sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp93 miliar, sementara di Cimahi sebesar Rp8,9 miliar. Adapun total penyaluran di Jawa Barat mencapai Rp581 miliar.

Angka tersebut menunjukkan tingginya penetrasi layanan pembiayaan digital di kawasan penyangga ekonomi Jawa Barat, terutama untuk mendukung kebutuhan produktif masyarakat dan pelaku usaha skala kecil.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi menilai pemahaman publik terhadap pinjaman daring masih perlu diperkuat agar masyarakat melihatnya sebagai instrumen keuangan produktif, bukan sekadar solusi kebutuhan mendesak.

“Melalui Festival Pasar Rakyat ini, kami ingin membangun pemahaman yang lebih positif tentang pinjaman daring sebagai solusi keuangan yang cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Kami percaya, pinjaman daring tidak hanya membantu kebutuhan darurat, tetapi juga dapat mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Puji.

Selain menghadirkan bazar UMKM, festival juga dikemas dengan hiburan dan edukasi melalui permainan interaktif bertema literasi keuangan, doorprize, hingga penampilan Sallsa Bintan dan Warga Koplo.

Secara nasional, Kredit Pintar mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun sepanjang 2025. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi penyaluran perusahaan telah menembus Rp63 triliun. Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan permintaan pembiayaan digital sekaligus meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending yang legal dan diawasi regulator.

Dengan lebih dari 36 juta unduhan aplikasi, perusahaan melihat ruang pertumbuhan pembiayaan digital masih terbuka lebar, terutama di segmen UMKM yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi domestik. Melalui Festival Pasar Rakyat, perusahaan berharap dapat memperluas inklusi keuangan dan memperkuat kapasitas usaha masyarakat agar mampu naik kelas di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.