INDUSTRY.co.id - Jakarta — Dalam momentum Hari Kartini, ParagonCorp sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia menggelar sesi diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming” di Wisma Habibie & Ainun. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat inisiatif Women’s Space sebagai wadah pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan.

Advertisement

Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan inspiratif lintas bidang, yakni Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, serta dr. Sari Chairunnisa. Acara dipandu oleh Marissa Anita.

Mengangkat narasi tentang “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, ParagonCorp menyoroti fenomena umum yang dialami perempuan keinginan besar untuk berkembang, namun kerap dihadapkan pada keraguan diri.

Advertisement

dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, mengungkapkan bahwa berdasarkan riset Mestara (2025), sebanyak 83% perempuan memiliki keinginan untuk berkembang, namun hanya sekitar 30% yang merasa cukup percaya diri untuk melangkah.

“Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tetapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: apakah saya sudah cukup? Saya juga pernah berada di titik itu. Namun saya belajar bahwa keraguan bukan sesuatu yang harus dihilangkan, melainkan dihadapi. Justru dari situlah kita bertumbuh, sekaligus tetap rendah hati.” ujarnya.

Advertisement

Terinspirasi dari kisah B.J. Habibie dan Hasri Ainun Besari sesi ini menekankan pentingnya dukungan dan relasi dalam perjalanan perempuan.

Retno Marsudi menuturkan bahwa keraguan justru menjadi pemicu semangat untuk terus berkembang. “Pertanyaan seperti ‘saya sudah cukup belum ya?’ atau ‘saya masih bisa lebih maju nggak ya?’ sering muncul. Namun bagi saya, di situlah semangat untuk terus maju saya tumbuh,” katanya.

Advertisement

Sementara itu, Susy Susanti berbagi pengalaman meniti karier di dunia yang didominasi laki-laki. “Pesan untuk pantang menyerah menjadi kekuatan bagi saya untuk terus maju, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi perempuan lain,” ungkapnya.

Nikita Willy menambahkan perspektif dari dunia hiburan yang sarat ekspektasi publik. “Hidup di ruang publik membuat kita sering dihadapkan pada penilaian orang lain. Namun saya belajar untuk tetap jujur pada diri sendiri dan konsisten dengan apa yang saya jalani.” ujarnya.

Melengkapi diskusi, Nadia Habibie menekankan makna tanggung jawab di balik kesempatan. “Privilege bukan hanya tentang kesempatan, tetapi juga tentang tanggung jawab bagaimana kita bisa memberi dampak bagi sekitar,” katanya.

Women’s Space: Dari Ruang Aman Menuju Ekosistem Kepemimpinan 

Dari berbagai kisah yang dibagikan, satu benang merah muncul bahwa tidak ada satu pun perempuan yang bertumbuh sendirian. Selalu ada lingkungan yang mendukung—the circle that holds her.

Namun realitanya, tidak semua perempuan memiliki akses terhadap ruang dukungan tersebut. Dari lebih dari seribu anggota komunitas Women’s Space, kebutuhan terbesar yang teridentifikasi adalah keinginan untuk berkembang tanpa adanya ruang aman untuk mencoba.

Menjawab kebutuhan ini, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space sebagai ruang bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Sejak diluncurkan pada 2023, Women’s Space telah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan melalui berbagai roadshow di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, dan Makassar dengan ebih dari 1.000 peserta kini aktif tergabung dalam komunitas.

Women’s Space dirancang sebagai wadah pengembangan kepemimpinan perempuan melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, serta jejaring dalam lingkungan yang suportif.

Memasuki fase pengembangan, ParagonCorp menghadirkan program mentorship sebagai langkah strategis untuk memperkuat dampak komunitas.

Program mentorship ini berfokus pada empat pilar kepemimpinan: Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives. Didukung para mentor perempuan dari berbagai latar belakang seperti:  Analisa Widyaningrum (CEO APDC Indonesia-Psikolog, Konsultan, dan Trainer), Shana Fatina (Founder & CEO Komodo Water), Nadia Habibie, serta Prita Ghozie (Founder & CEO Zapfinance).

Melalui Women’s Space, ParagonCorp menargetkan lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan di lingkungan sekitarnya.

Women’s Space hadir dengan tujuan untuk menumbuhkan grounded women leaders who multiply positive impact across generations. Sejalan dengan keyakinan ParagonCorp bahwa ketika satu perempuan bertumbuh, dampaknya akan meluas ke keluarga, komunitas, hingga generasi berikutnya.