INDUSTRY.co.id - Jakarta — Fenomena tak biasa terjadi di sejumlah outlet Galeri 24 dalam beberapa hari terakhir. Saat harga emas mengalami penurunan, justru terjadi lonjakan pembeli yang memicu antrean panjang di berbagai daerah.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren awal tahun 2026. Pada Januari hingga Februari, harga emas sempat melonjak tajam. Untuk ukuran 10 gram, harga berada di kisaran Rp24.819.000 pada Januari dan naik menjadi sekitar Rp29.222.000 di Februari—melonjak lebih dari Rp4 juta hanya dalam sebulan.
Kini, harga emas mulai terkoreksi. Namun alih-alih membuat pasar lesu, penurunan ini justru dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membeli.
Kepala Divisi Komersial dan Pengembangan Bisnis Galeri 24, Ihdina Inti Rachma, menyebut antrean panjang menjadi sinyal positif meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap investasi.
“Alih-alih panik saat harga turun, mereka memanfaatkannya sebagai momentum untuk menambah aset emasnya,” ujarnya.
Menurutnya, pola pikir masyarakat mulai berubah. Emas kini tidak lagi dipandang sebagai instrumen spekulasi jangka pendek, melainkan sebagai aset lindung nilai untuk jangka panjang.
Ia menegaskan, fluktuasi harga dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Justru, momen koreksi seperti saat ini sering dimanfaatkan investor untuk memperkuat portofolio mereka.
Meningkatnya minat beli saat harga turun mencerminkan literasi keuangan masyarakat yang semakin baik. Banyak investor mulai memahami strategi “buy on weakness” atau membeli saat harga melemah.
Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar investasi tetap optimal antara lain: Pertama, pantau pergerakan harga secara rutin untuk memahami tren pasar. Kedua, hindari keputusan terburu-buru dan pertimbangkan pembelian bertahap. Ketiga, gunakan dana khusus investasi, bukan dana darurat.
Selain itu, penting untuk menyesuaikan pembelian dengan tujuan keuangan, serta memilih tempat transaksi yang terpercaya.
Sebagai unit usaha di bawah PT Pegadaian, Galeri 24 menawarkan produk emas dengan jaminan keaslian dan sertifikat resmi. Seluruh produk telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar emas mencapai 999,9 persen.
Setiap produk juga dilengkapi barcode khusus yang dapat diverifikasi secara mandiri oleh pembeli, sehingga meminimalkan risiko pemalsuan.
Tak hanya itu, Galeri 24 menyediakan kemudahan transaksi, mulai dari pembelian hingga penjualan kembali (buyback). Emas yang dibeli juga dapat dijual kembali di seluruh outlet Galeri 24 maupun digadaikan di Pegadaian di seluruh Indonesia.
“Selisih harga jual dan beli relatif lebih kecil, sehingga potensi keuntungan lebih optimal,” jelas Ihdina.
Galeri 24 juga menghadirkan layanan custom emas, mulai dari emas batangan, siluet, hingga perhiasan dengan desain, berat, dan kadar sesuai keinginan pelanggan.
Lonjakan pembelian emas di tengah penurunan harga menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku investor. Kini, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa koreksi harga bukan ancaman, melainkan peluang untuk membangun kekayaan jangka panjang.
Fenomena antrean di Galeri 24 pun menjadi bukti bahwa kesadaran finansial masyarakat Indonesia terus berkembang—dan emas tetap menjadi salah satu pilihan utama untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.