INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba kembali berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat. Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2,5 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga November 2025.

Advertisement

Tingginya angka tersebut dipengaruhi berbagai faktor risiko, termasuk perubahan suhu dan kelembapan yang memicu peningkatan penyebaran virus serta menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi dan langkah preventif untuk melindungi kesehatan keluarga, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Jakarta.

Sebagai respons atas lonjakan kasus ISPA, Combiphar menghadirkan program Combi Hope dalam rangka perayaan 55 tahun bertema “Sehatkan Kini, Menangkan Esok.”

Advertisement

Berkolaborasi dengan Kantor Kecamatan Pancoran, perusahaan farmasi nasional ini menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kepada ratusan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma.

Advertisement

Langkah ini memperkuat peran kader sebagai garda terdepan dalam mengenali gejala ISPA dan menentukan penanganan batuk yang tepat.

Advertisement

Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, menegaskan bahwa selama 55 tahun perusahaan tidak hanya menghadirkan produk kesehatan, tetapi juga aksi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, GM Marketing Combiphar, Sandi Wijaya, mengingatkan bahwa batuk sering dianggap sepele. Padahal batuk memiliki “biaya tersembunyi” seperti: gangguan istirahat, penurunan fokus, serta turunnya produktivitas.

Jika tidak ditangani secara tepat sejak awal, dampaknya bisa menjadi kerugian nyata bagi individu maupun keluarga.

Wakil Camat Pancoran, Rudy Cahyadi, mengungkapkan bahwa data Puskesmas menunjukkan kunjungan pasien ISPA di wilayah tersebut meningkat sejak awal 2026 dan mencapai puncaknya pada Februari dengan lebih dari 1.000 kunjungan.

Meski tren mulai melandai hingga April, ISPA tetap menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan pengendalian berkelanjutan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kolaborasi lintas sektor.

Dalam sesi edukasi, dr. Clavelina Astriani, Sr. Medical Affairs Manager Combiphar, menjelaskan bahwa perubahan suhu dan kelembapan di masa pancaroba meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

Penanganan yang tepat sejak awal, termasuk pemilihan terapi sesuai jenis batuk (kering atau berdahak), menjadi kunci agar kondisi tidak berkembang lebih serius.

Sebagai dukungan, Combiphar menghadirkan varian baru Comtusi Batuk Kering dan Comtusi Batuk Berdahak yang dapat dibeli bebas di apotek dan toko obat.