INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Prospek ekonomi digital Indonesia kian menjanjikan. Laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital nasional mencapai US$180 miliar hingga US$340 miliar pada 2030, dengan sektor e-commerce tetap menjadi motor utama pertumbuhan. Di tengah momentum tersebut, pelaku enabler perdagangan digital, SIRCLO, mempertegas fokus bisnisnya untuk menangkap peluang ekspansi brand di kanal daring.

Sejalan dengan proyeksi itu, data internal SIRCLO menunjukkan aktivitas belanja konsumen di kanal digital meningkat signifikan sepanjang 2025. Volume pesanan tercatat tumbuh lebih dari dua kali lipat, mencerminkan daya tahan konsumsi digital di tengah perubahan lanskap ekonomi global maupun domestik.

Namun, pertumbuhan tersebut juga diiringi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan perilaku konsumen yang makin digital, tekanan efisiensi biaya, hingga dinamika pasar yang bergerak cepat mendorong perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis secara lebih presisi.

Founder dan Chief Executive Officer SIRCLO, Brian Marshal, mengatakan kemampuan membaca arah pasar menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Kemampuan membaca pergerakan pasar dan menetapkan fokus yang tepat menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan. Memasuki fase strategis di tahun 2026, SIRCLO memusatkan kapabilitas pada solusi yang relevan bagi enterprise brand dalam menjawab kebutuhan pasar secara lebih terarah, seperti ekspansi demografi konsumen hingga model interaksi berjualan online yang terus berevolusi,” ujar Brian dalam acara Media Gathering SIRCLO di Jakarta, Selasa (4/4/2026). 

Dalam fase strategis tahun ini, SIRCLO memusatkan kekuatan bisnisnya melalui SIRCLO Commerce sebagai solusi end-to-end e-commerce enablement. Platform ini dirancang untuk membantu brand tidak hanya hadir di kanal digital, tetapi juga mengelola seluruh rantai operasional bisnis, mulai dari strategi pemasaran hingga pemenuhan pesanan.

Solusi tersebut ditopang enam pilar utama, yakni account management, marketing strategy, analytics, content production, customer service, serta warehouse and fulfilment. Integrasi keenam aspek ini menjadi fondasi bagi brand untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Di sisi lain, SIRCLO juga memperkuat layanan bernilai tambah guna menjawab kebutuhan pasar yang lebih spesifik. Melalui SIRCLO Multi-Origin, perusahaan menawarkan model ekspansi jaringan distribusi berbasis pemanfaatan distributor lokal sebagai fulfilment hub, sehingga biaya logistik dapat ditekan dan waktu pengiriman lebih singkat.

Sementara itu, SIRCLO StreamLab difokuskan pada penguatan strategi pemasaran 360 derajat dan peningkatan engagement konsumen, sedangkan SIRCLO Cross Border membuka akses bagi brand global yang ingin masuk ke pasar Indonesia. Adapun SIRCLO Insights menyediakan laporan e-commerce berbasis data untuk membantu perusahaan mengambil keputusan bisnis secara lebih tajam.

Efektivitas model bisnis tersebut mulai tercermin dari pertumbuhan sejumlah klien besar. Natasha Skincare, misalnya, mencatat lonjakan kinerja signifikan setelah memanfaatkan layanan pengelolaan kanal digital dari SIRCLO.

Head of E-Commerce Pesona Natasha Gemilang (Natasha Skincare), Yudithia Anggraini, mengatakan dukungan SIRCLO berkontribusi langsung terhadap akselerasi bisnis perusahaan di kanal daring.

“Kapabilitas yang dihadirkan SIRCLO membantu kami dalam mengelola bisnis digital secara lebih optimal, mulai dari operasional kanal penjualan hingga pengalaman konsumen di ranah digital. Hal ini tercermin melalui pertumbuhan pesanan Natasha Skin Care hampir tiga kali lipat pada kuartal I 2026 dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Kinerja positif juga terlihat pada Kalbe Nutritionals. Melalui kombinasi solusi SIRCLO Commerce dan SIRCLO Multi-Origin, perusahaan farmasi dan nutrisi tersebut berhasil memperluas penetrasi pasar di luar Jabodetabek.

Head of E-Commerce Kalbe Nutritionals, Jenny Novina Tobing, menuturkan kolaborasi dengan SIRCLO berhasil mendorong pertumbuhan pesanan hingga 30%.

“Kolaborasi ini membantu kami menerjemahkan kebutuhan konsumen di luar Jabodetabek hingga mengalami peningkatan jumlah pesanan hingga 30%. Upaya ini tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka peluang untuk langkah kami berikutnya,” ujarnya.

Melihat besarnya potensi pasar, SIRCLO optimistis ekosistem perdagangan digital Indonesia masih berada dalam fase ekspansi yang panjang. Perusahaan menilai pertumbuhan GMV nasional hingga 2030 akan membuka ruang yang luas bagi brand enterprise untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas pasar domestik.

“Kami meyakini bahwa ekosistem digital commerce di Indonesia masih menyimpan peluang yang luas ke depan. Dengan semangat ‘Be The Future, Today’, kami berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan enterprise brands guna kemajuan hari ini dan masa depan,” tutup Brian.