INDUSTRY.co.id - Jakarta - Meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pendapatan, dan lonjakan biaya layanan kesehatan membuat masyarakat kelas menengah Indonesia bergeser haluan: stabilitas finansial kini lebih diutamakan ketimbang mengejar pertumbuhan.
Pergeseran perilaku ini terpotret dalam FWD Consumer Outlook Survey, riset FWD Group Holdings Limited bersama Ipsos yang memetakan kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kelas menengah Asia di berbagai generasi dan tahap kehidupan.
Survei ini melibatkan lebih dari 1.000 responden kelas menengah Indonesia berusia 21–65 tahun melalui survei online yang dilakukan pada Oktober 2025.
Survei tersebut mengungkap kondisi yang cukup menekan. Sekitar dua pertiga responden mengaku tertekan secara finansial, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tiga pemicu utamanya jelas terbaca: kenaikan biaya hidup sebesar 70%, ketidakpastian pendapatan 43%, dan tingginya biaya kesehatan 40%. Alhasil, masyarakat cenderung berada di posisi berhati-hati secara finansial dan lebih fokus menjaga stabilitas dibanding ekspansi.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, menegaskan bahwa tekanan yang dihadapi setiap generasi tidak seragam. “Setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda di setiap tahapan kehidupannya. Melalui FWD Consumer Outlook Survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan, dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam,” ujarnya.
Rudy menambahkan, situasi yang dihadapi saat ini semakin kompleks. “Kami melihat bahwa masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tekanan finansial yang semakin kompleks. Sementara terdapat kecenderungan untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan, banyak individu yang belum sepenuhnya siap untuk menghadapi implikasi finansial dari usia hidup yang lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Temuan ini menjadi hal yang penting untuk membantu industri dalam menghadirkan solusi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” tambahnya.
Perbedaan prioritas antar generasi juga mencolok. Generasi Z yang lahir pada 1996 hingga 2010 berfokus pada upaya mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi yang sederhana dan terjangkau.
Sementara Generasi Y kelahiran 1981 hingga 1995 menghadapi tekanan sebagai sandwich generation di mana generasi ini harus menanggung biaya hidup untuk keluarga inti dan keluarga besar seperti orangtua dan saudara kandung, serta mempertahankan penghasilan hingga risiko inflasi.
Adapun Generasi X kelahiran 1965 hingga 1980 memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan mempertahankan kesejahteraan di usia pensiun.
Kesenjangan perencanaan jangka panjang menjadi sorotan lain. Rata-rata responden memperkirakan hidup hingga usia 79 tahun, namun tabungan yang dimiliki hanya cukup menopang sekitar 19 tahun setelah pensiun. Survei juga mencatat adanya potensi periode kerentanan kesehatan selama dua hingga empat tahun di masa tua. Kondisi ini menegaskan pentingnya perencanaan finansial jangka panjang dan solusi perlindungan yang relevan di tengah tren usia harapan hidup yang meningkat.
Menjawab temuan tersebut, FWD Insurance menyebut telah menyiapkan sejumlah produk yang disesuaikan dengan karakter tiap generasi. Untuk Generasi Z yang mencari perlindungan mudah dan cepat dengan premi terjangkau, tersedia FWD Asuransi Jiwa yang dipasarkan lewat platform digital di website fwd.co.id dengan manfaat meninggal dunia dan pilihan uang pertanggungan yang fleksibel.
Bagi Generasi Y yang mencari perlindungan multifungsi untuk diri dan keluarga, ditawarkan FWD Rencana Sejahtera, produk asuransi jiwa syariah dengan perlindungan hingga 25 tahun, manfaat ekstra selama bulan Ramadan, perjalanan haji dan umrah, serta Manfaat Akhir Masa Asuransi sebesar 100% Uang Pertanggungan.
Sedangkan Generasi X yang mengincar manfaat pasti untuk masa pensiun dapat memilih FWD Whole Life Protection, asuransi jiwa seumur hidup dengan pilihan Manfaat Hidup sebesar 50 persen Uang Pertanggungan yang dibayarkan di usia 55 atau 65 tahun.
Untuk menjawab kebutuhan fleksibilitas, FWD juga mengandalkan aplikasi FWD Omne yang menggabungkan layanan polis, kartu asuransi digital, pengajuan klaim, hingga pemantauan status transaksi dalam satu platform.
“Hasil survei ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai pusat dari segala hal yang kami lakukan dengan dukungan teknologi. Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih sederhana, mudah diakses, dan relevan, dan memberdayakan nasabah untuk celebrate living,” tutup Rudy.