INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat untuk melakukan reset finansial dan gaya hidup sehat pasca-Lebaran sebagai langkah menata kembali prioritas hidup setelah periode konsumsi yang cenderung meningkat selama Ramadan dan libur Idulfitri. Ajakan ini disampaikan dalam acara halalbihalal bertajuk “Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” yang digelar bersama media.

Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, mengatakan bahwa momentum setelah Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun ulang prioritas, terutama di tengah potensi tekanan finansial dan tantangan kesehatan yang kerap muncul usai libur panjang.

“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup,” ujar Agustina Samara, yang akrab disapa Tina.

Menurut Tina, gaya hidup sehat yang dibarengi dengan disiplin dalam perencanaan keuangan menjadi fondasi penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan kondisi finansial harus berjalan beriringan, di mana pola hidup sehat perlu dilengkapi dengan proteksi, sementara perlindungan finansial juga harus ditopang manajemen keuangan yang disiplin.

Dalam diskusi tersebut, Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, menyoroti meningkatnya tekanan keuangan masyarakat setelah Lebaran akibat akumulasi pengeluaran untuk mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan strategi pemulihan yang terencana agar tidak berkembang menjadi risiko jangka panjang.

“Pasca-Lebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga,” kata Yan.

Ia menjelaskan, alokasi keuangan ideal dapat dibagi sekitar 50–60% untuk kebutuhan rutin, 10–20% untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi instrumen perlindungan. Menurut Yan, asuransi jiwa dan kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga.

“Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga. Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” tegasnya.

Selain aspek finansial, Sequis Life juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan tubuh usai Lebaran. Perubahan pola makan, jam tidur, serta aktivitas selama Ramadan dan libur panjang dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama akibat konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

Spesialis Gizi Klinik RSPI Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, mengingatkan pentingnya prinsip “Know Your Numbers” melalui pemeriksaan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.

“Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang,” jelas dr. Juwalita.

Ia juga menyoroti data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kementerian Kesehatan yang menunjukkan peningkatan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas pada kelompok usia muda 16–30 tahun. Tren ini dinilai menjadi peringatan bahwa risiko kesehatan kini dapat muncul lebih dini akibat pola hidup yang kurang sehat dan rendahnya aktivitas fisik.

Melengkapi diskusi, Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perencanaan finansial di tengah aktivitas yang padat. Menurutnya, masa depan yang lebih baik harus dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak hari ini.

“Olahraga yang konsisten akan menjadi kebutuhan tubuh secara alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan,” ujar Donna.

Ia menambahkan, proteksi melalui asuransi jiwa dan kesehatan juga merupakan bentuk cinta dan tanggung jawab kepada keluarga, mengingat risiko tak terduga dapat terjadi kapan saja.