INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Hingga saat ini, BMKG masih belum mencabut peringatan dini tsunami dan statusnya tetap berada pada level siaga.
Tercatat telah terjadi sedikitnya 11 gempa susulan setelah gempa utama, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,5. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, diminta untuk tetap waspada.
BMKG mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak panik, namun tetap melakukan langkah-langkah penyelamatan diri dengan menjauhi area pantai dan menuju tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan dari pemantauan BMKG, beberapa wilayah telah mengalami tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni kurang dari satu meter. Di wilayah Halmahera Barat tercatat ketinggian tsunami mencapai 0,3 meter, di Bitung sebesar 0,2 meter, dan di Minahasa Utara sekitar 0,35 meter.
Meski tergolong kecil, potensi bahaya tetap ada sehingga masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan yang masih berlaku.
Dampak gempa juga dirasakan cukup signifikan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Salah satu bangunan di Gedung KONI, tepatnya di Hall B, dilaporkan ambruk akibat kuatnya guncangan. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, menyampaikan bahwa gempa yang berpusat 127 kilometer dari wilayah Bitung ke arah Halmahera ini memang memiliki getaran yang sangat kuat, sehingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Selain Gedung KONI, beberapa fasilitas umum lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan dan korban masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, mengikuti arahan resmi, dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.