INDUSTRY.co.id - Jakarta – Momentum Ramadan 2026 kembali menjadi pendorong utama pertumbuhan industri e-commerce, dengan Lazada mencatat peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah transaksi maupun nilai belanja per konsumen. Melalui rangkaian kampanye Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale dan Lazada THR Sale, platform ini melihat adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin matang dalam menentukan pilihan belanja.
Head of Operations and Business Growth Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menuturkan bahwa Ramadan tidak hanya identik dengan lonjakan permintaan, tetapi juga dengan peningkatan kualitas belanja masyarakat. Ia menyebutkan bahwa kanal LazMall menjadi salah satu pendorong utama tren ini.
“Selama Ramadan, LazMall mengalami peningkatan penjualan hingga 3,5 kali lipat dibandingkan hari biasa, yang juga mencerminkan tren di keseluruhan platform. Kategori-kategori LazMall yang mencatat lonjakan signifikan umumnya berkaitan dengan persiapan dan perayaan Ramadan, seiring keinginan konsumen untuk meningkatkan kualitas hidup selama bulan suci hingga Idulfitri,” ujarnya.
Puncak aktivitas belanja, lanjut Amelia, terjadi pada pekan kedua Ramadan saat Tunjangan Hari Raya (THR) mulai diterima. Kondisi ini mendorong konsumen untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus merencanakan perayaan Idulfitri dengan lebih optimal.
Kategori fashion menjadi sektor dengan pertumbuhan paling mencolok, melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa. Produk pakaian pria, wanita, anak, hingga perlengkapan olahraga mengalami peningkatan permintaan seiring meningkatnya kebutuhan tampil maksimal di berbagai momen kebersamaan.
“Pembelian produk fashion erat kaitannya dengan suasana perayaan, mulai dari momen buka bersama hingga persiapan Idul Fitri. Konsumen memilih produk yang dapat menunjang penampilan agar merasa lebih percaya diri saat berkumpul bersama keluarga dan komunitas mereka,” kata Amelia.
Selain fashion, kebutuhan rumah tangga juga mencatat kenaikan signifikan hingga 4,5 kali lipat. Permintaan produk kecantikan, kebutuhan pokok, serta perlengkapan ibu dan anak meningkat seiring kesadaran konsumen dalam menjaga kenyamanan selama menjalani ibadah puasa.
“Kami melihat permintaan yang kuat untuk produk kecantikan, groceries, serta ibu dan anak, seiring meningkatnya perhatian konsumen dalam merawat diri dan keluarga agar dapat menjalani puasa dengan lancar,” jelasnya.
Sementara itu, kategori elektronik tumbuh hingga empat kali lipat, terutama pada perangkat seperti smartphone, tablet, dan televisi. Kenaikan ini juga diikuti dengan peningkatan nilai transaksi per konsumen, menunjukkan adanya minat untuk meningkatkan kualitas hidup melalui teknologi.
“Konsumen yang semakin cermat memanfaatkan THR untuk meng-upgrade perangkat elektronik yang tidak hanya mendukung kebutuhan hiburan, tetapi juga produktivitas sehari-hari,” tambah Amelia.
Tak hanya produk kebutuhan sehari-hari, kepercayaan terhadap transaksi online juga mendorong peningkatan pembelian barang bernilai tinggi. Penjualan mobil di platform tersebut tercatat meningkat hingga 2,5 kali lipat, mencerminkan semakin luasnya cakupan e-commerce dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
“Pembelian mobil merupakan bentuk belanja premium tertinggi. Hal ini dimungkinkan berkat kehadiran distributor resmi dari brand otomotif ternama yang memastikan konsumen mendapatkan produk dan layanan terbaik, sehingga pengalaman membeli kendaraan secara online terasa mulus,” ujarnya.
Lazada menilai capaian ini sebagai hasil dari strategi promosi yang relevan dan kolaborasi erat dengan mitra brand dalam menghadirkan pengalaman belanja yang lebih baik.
“Kesuksesan selama Ramadan merupakan hasil dari kolaborasi erat antara Lazada dan mitra brand untuk tidak hanya menyediakan produk autentik dan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. Berbagai deals dan promo yang kami tawarkan di periode Ramadan lalu membantu pelanggan memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga untuk lebih mudah menyambut Idulfitri,” tutup Amelia.