INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengapresiasi rencana penyelenggaraan Biennale MARWAH yang diinisiasi komunitas seni ARTPORA. Pameran seni rupa ini akan menampilkan karya para perupa perempuan Indonesia dengan menonjolkan nilai spiritual, identitas budaya, dan ekspresi personal.
“Saya senang dengan spiritual aspect yang terdapat dalam konsep Biennale MARWAH. Arti ‘Marwah’ dalam Bahasa Indonesia seperti ada sentuhan spiritualisme-nya, ada sentuhan Indonesianya, ada sentuhan authenticity-nya dan expression-nya dari para wanita ini,” ujar Irene Umar saat menerima audiensi ARTPORA di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.
ARTPORA sebagai kolektif seniman di Jakarta menghadirkan Biennale MARWAH sebagai ruang dialog kreatif bagi perempuan perupa sekaligus menegaskan kontribusi mereka dalam perkembangan seni kontemporer Indonesia.
Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus hingga 4 September 2026 di Pos Bloc Jakarta dengan melibatkan sekitar 50 seniman perempuan. Mengusung tema Reposisi, pameran ini menyoroti isu identitas, kesetaraan, serta keberanian perempuan dalam menyuarakan pengalaman hidup melalui seni.
Kurator pameran Dolorosa Sinaga menegaskan bahwa MARWAH tidak hanya membahas perempuan, tetapi juga nilai kemanusiaan yang lebih luas.
“Pameran ini semacam pernyataan untuk tidak lagi menjadi pameran tahunan, tetapi berkembang menjadi Biennale MARWAH, yakni biennale karya perempuan yang mungkin menjadi salah satu yang pertama di dunia. Tema Reposisi berarti repositioning ourselves, bagaimana perempuan di Indonesia tidak hanya melihat ke dalam pengalaman pribadi, tetapi juga membuka horizon terhadap isu sosial dan politik,” jelas Dolorosa.
Kementerian Ekraf menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan komunitas seni dalam memperkuat ekosistem seni rupa nasional serta membuka ruang yang lebih luas bagi kreativitas perempuan Indonesia.