INDUSTRY.co.id-Kabupaten Bekasi – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Kementerian Haji dan Umrah RI menghadiri kegiatan bimbingan manasik haji bagi jamaah asal Kecamatan Tambun Utara, Tambelang, dan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Kehadiran ini menjadi bagian dari agenda monitoring sekaligus penguatan sinergi demi memastikan penyelenggaraan Haji 2026 berjalan sukses dan berkualitas.

Advertisement

Tim PPIH Arab Saudi yang hadir terdiri dari Muhammad Hatoati dari Tusi Akomodasi dan Wakhidi dari Tusi PKP2JH.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyampaian materi manasik, tetapi juga wadah konsolidasi antara PPIH pusat di Arab Saudi dengan petugas haji daerah, petugas kesehatan, ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu serta para calon jamaah haji.

Advertisement

Dalam sambutannya yang diawali dengan pembacaan talbiyah bersama, Muhammad Hatoati—yang akrab disapa Hato—menegaskan bahwa kami sebagai PPIH akan memberikan layanan terbaik kepada seluruh jamaah haji, sehingga jamaah haji dapat beribadah dengan aman, dan nyaman. Hato juga menyampaikan ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar rangkaian ibadah haji merupakan aktivitas fisik yang menguras tenaga. “Sekitar 90 persen ibadah haji adalah aktivitas fisik yang cukup melelahkan dan membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena itu, persiapan kesehatan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya di hadapan jamaah.

Hato mengimbau agar calon jamaah membiasakan pola hidup sehat, termasuk rutin berjalan kaki setelah sholat subuh sebagai latihan fisik. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai efektif untuk membangun stamina menghadapi mobilitas tinggi dan kepadatan jamaah di Tanah Suci. Selain kesiapan fisik, PPIH juga memastikan kesiapan layanan. Layanan yang diberikan meliputi akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga layanan pendukung lainnya. Layanan akomodasi, seperti pemondokan jamaah haji di hotel akan dilayani secara prima dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik. Selanjutnya Wakhidi dari layanan PKP2JH menayampaikan “Jika di Tanah Suci melihat petugas berseragam seperti yang kami pakai, Bapak dan Ibu jangan ragu untuk memanggil atau meminta bantuan. Kami siap melayani dengan senang dan tulus,” ini adalah komitmen kami sebagai PPIH hadir untuk melayani Bapak Ibu jamaah haji selaku tamu-tamu Allah.

Advertisement

Monitoring ini sekaligus menjadi sarana membangun komunikasi dan hubungan kerja yang solid sejak dini. Dengan sinergi yang telah terjalin lebih awal antara PPIH Arab Saudi dan jajaran petugas haji daerah di Kabupaten Bekasi, koordinasi di Tanah Suci diharapkan akan berjalan lebih efektif dan lebih baik demi memberikan layanan terbaik untuk jamaah haji. Selian itu kehadiran PPIH dalam Bimsik ini juga akan mampu lebih mendekatkan dan saling kenal antara Jamaah haji dengan petugas PPIH, sehingga mampu membawa keamanan dan ketenagan pada jamaah.

Suksesnya Haji 2026 merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan serta Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan bahwa indikator utama keberhasilan adalah rendahnya angka kematian jamaah bahkan harus ditekan sampai nol, termasuk kepuasan jamaah haji atas layanan yang diberikan di Tanah Suci. Dalam konteks tersebut, PPIH menjadi ujung tombak pelayanan sekaligus penentu keberhasilan penyelenggaraan Haji 2026. Kepala Kantor Haji dan Umrah kabupaten Bekasi menyambut baik kehadiran PPIH dalam kegiatan Manasik, hal tersebut sebagai wujud membina sinergitas ungkapnya. Selanjutnya Kepala KUA Kecamatan Tambun Utara menyatakan bahwa Kegiatan manasik ini bertujuan memberikan pemahaman manasik haji yang komprehensif agar jemaah mampu beribadah secara mandiri dan sah, sekaligus menyiapkan mental dan fisik jemaah dalam menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah haji di tanah suci. Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan risiko tinggi (14/2/2026).

Advertisement