INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong Prambanan Shiva Festival berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata nasional yang memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.
Menurut Wamenpar, festival yang berpuncak pada perayaan Mahashivaratri ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata bermakna sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat sekitar, termasuk UMKM, pekerja seni, perhotelan, dan sektor jasa pariwisata.
“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ni Luh Puspa saat menghadiri upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Minggu (15/2/2026).
Mahashivaratri menjadi puncak rangkaian festival yang berlangsung sejak 17 Januari 2026, ditandai ritual sakral dan kegiatan budaya seperti Festival Dipa dengan penyalaan ribuan dipa dan bunyi damaru, serta atraksi video mapping yang memperkuat suasana spiritual dan kebersamaan.
“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” kata Ni Luh Puspa.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9, Candi Prambanan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang sejalan dengan tren pariwisata global berbasis kualitas dan keberlanjutan.
“Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” ujar Ni Luh Puspa.
Rangkaian puncak festival juga mencakup kegiatan MICE melalui International Conference – Prambanan Shiva Festival di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, yang menghadirkan narasumber dari berbagai negara.