INDUSTRY.co.id - Jakarta-Calon komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta Ferdi Setiawan M.I.Kom mengaku optimistis kota Jakarta akan masuk dalam 50 Kota Global Dunia (Top 50 Global City) pada tahun 2030, jika layanan dasar publik terpenuhi dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jakarta yakni keterbukaan data dan informasi publik.

Hal tersebut disampaikan Dosen Ilmu komunikasi tersebut usai menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan Calon Komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta di komisi A DPRD DKI Jakarta pada 14 Juli 2026 lalu.

“keterbukaan informasi publik adalah keharusan bagi seluruh badan publik di lingkungan Pemprov DKI, meski sederhana namun ini adalah kunci nyata yang tidak hanya dapat diukur namun dapat dirasakan langsung masyarakat guna mewujudkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemprov DKI. Oleh karenanya, peran lembaga Komisi Informasi di DKI harus dioptimalkan, dengan program program yang cerdas dan visioner”, tandas Ferdi.

Dalam paparannya saat Fit and Proper Test di DPRD DKI, Ferdi yang juga seorang praktisi komunikasi dan informasi publik tersebut menawarkan program “Komisi Informasi SMART untuk mewujudkan Badan Publik Yang Sehat, Kritis dan Mencerdaskan Menuju Jakarta Open Goverment 2030”.

Terdapat sejumlah terobosan yang ditawarkan Ferdi untuk Komisi Informasi DKI kedepan terutama demi mendukung penuh program program pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. 

Salah satu yang menjadi perhatian para anggota komisi A DPRD DKI adalah program Smart Digital terkait dengan layanan Komisi Informasi kedepan. Jurnalis senior itu berkomitmen akan membuat inovasi ‘ smart digital information’ yakni layanan sederhana ramah digital yang bisa diakses secara mudah, cepat dan tidak berbelit belit saat masyarakat ingin mendapatkan informasi terkait dengan kepentingan publik.

“Jika selama ini banyak publik trauma dengan birokrasi dan mekanisme pencarian informasi dari badan publik, maka Komisi informasi kedepan akan mengintegrasikan portal satu pintu informasi publik, Dashboard transparansi realtime, AI Chatbot 24 jam hingga integrasi SPBE serta open data publik” pungkas wakil pemimpin redaksi Sinpo Tv dan Sinpo.id itu.

Selain dari sisi program Smart KI DKI, Ferdi juga mengajak StakeHolder terkait bersama sama dengan Komisi Informasi untuk menjalankan program yang mencerdaskan publik dan membuat publik bisa lebih kritis terhadap pemenuhan informasi publik melalui program “KI Smart Society”.

“nah ini yang sangat penting, jika diberi amanah menjadi komisioner Komisi Informasi DKI Jakarta, maka program KI Smart Society ini sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang kritis dan cerdas seperti adanya Sekolah Informasi Warga (SIWA), Jakarta Melek Informasi dengan melibatkan content kreator dan influencer, dengan tujuan utama masyarakat akan semakin melek dan peduli terhadap informasi yang nantinya akan berbanding lurus dengan demokrasi yang makin kuat di Jakarta” ungkap Ferdi.

Ferdi menyakini beberapa program terobosannya, akan mampu meningkatkan peran dan fungsi Komisi Informasi DKI dalam mewujudkan pemerintahan kota Jakarta yang terbuka, Cerdas dan Berkeadilan. Dengan demikian target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan bertransformasi menjadi Top 50 Global City pada tahun 2030, akan terealisasi dengan fokus utama pada penguatan selain Sumber Daya Manusia, juga peningkatan layanan dasar publik yakni pemenuhan informasi publik dan pemanfaatan pemerintahan terbuka berbasis data.