INDUSTRY.co.id - Jakarta, TTC Travel Mart International kembali digelar untuk ke-43 kalinya sebagai ajang business to business (B2B) industri pariwisata global dan domestik. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Redtop Jakarta pada 9 Februari 2026 dan dilanjutkan di Hotel JW Marriott Surabaya pada 11 Februari 2026, dengan menghadirkan sekitar 118–120 seller.

Advertisement

Project Manager TTC Travel Mart International, Kidung Pascalis, mengatakan acara ini menjadi pembuka rangkaian event TTC Indonesia 2026 sekaligus memperkenalkan destinasi dan pelaku industri pariwisata baru dari berbagai negara.

“Tahun ini ada beberapa destinasi dan seller baru yang bergabung, termasuk dari Eropa, Asia, hingga Amerika,” ujar Kidung di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, salah satu peserta baru berasal dari Albania yang menawarkan paket perjalanan lintas negara Eropa. Selain itu, Explore Portugal turut mempromosikan destinasi Portugal dan Spanyol ke pasar Indonesia. Partisipasi Asia juga meningkat dengan kehadiran seller dari Jepang dan China, serta dua tourism board yakni Hong Kong Tourism Board dan Philippines Department of Tourism.

Menurut Kidung, keikutsertaan Filipina menjadi daya tarik tersendiri karena membawa tiga biro perjalanan, yang sebagian baru pertama kali mengikuti TTC Travel Mart.

Advertisement

Seller domestik juga meramaikan acara, berasal dari Bali, Medan, Belitung, Batam, Jakarta, Yogyakarta, Manado, Lombok, hingga Raja Ampat. Sementara dari Eropa, partisipasi meningkat dengan kehadiran Turki, Azerbaijan, Portugal, Prancis, Jerman, Inggris, Slovenia, serta satu peserta dari Amerika Serikat.

Di Jakarta, tercatat 108 unique seller dengan 99 meja, sedangkan di Surabaya terdapat 72 meja. Profil peserta mencakup tour operator, hotel, penyedia atraksi wisata, asuransi perjalanan, transportasi, sistem reservasi, operator kapal pesiar, hingga pelaku pariwisata lokal.

Advertisement

Meski jumlah partisipasi sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, Kidung menilai hal tersebut tidak signifikan dan dipengaruhi faktor eksternal seperti perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan, serta travel fair di negara asal peserta.

“Meski begitu, ada sekitar 20 seller baru yang mengikuti TTC Travel Mart untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan minat pelaku industri pariwisata global terhadap pasar Indonesia masih tinggi,” katanya.

Sementara itu, Managing Partner Explore Portugal, Hugo Belem, menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar wisata outbound ke Eropa, khususnya Portugal dan Spanyol. Ia melihat tren wisatawan Indonesia ke Eropa terus meningkat.

“Pasar Indonesia luar biasa. Pariwisatanya berkembang pesat dan banyak wisatawan ingin mengunjungi Eropa. Portugal dan Spanyol bisa menjadi destinasi yang menarik,” ujar Hugo.

Ia menambahkan, Portugal memiliki keterkaitan sejarah dengan Indonesia sejak abad ke-15 dan ke-16, dengan jejak yang masih dapat ditemukan di Lisbon sebagai titik awal pelayaran menuju Asia Tenggara. Menurutnya, Portugal dan Spanyol cocok sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan Indonesia yang telah berpengalaman ke Eropa dan mencari pengalaman baru.

Hugo juga mengungkapkan bahwa sejumlah biro perjalanan Indonesia mulai menjual paket wisata ke Portugal dan Spanyol, namun masih membutuhkan mitra lokal yang memahami operasional destinasi secara mendalam.