INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa bahasa dan literasi merupakan fondasi utama dalam mengungkapkan gagasan, termasuk di tengah pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). Bahasa tidak hanya menghubungkan manusia dengan sesamanya, tetapi juga dengan diri sendiri dan mesin.
“Bahasa menjadi fondasi dari hubungan manusia dengan manusia lain, manusia dengan diri sendiri, dan di era sekarang, manusia dengan mesin. Semakin baik cara kita bertutur saat memberi instruksi kepada AI maupun manusia, semakin dekat hasilnya dengan tujuan yang kita inginkan,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menjadi pembicara dalam acara Selebrasi Narabahasa (Senara) 2026 di Omah Martimbang, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Ia juga mengapresiasi tagline Narabahasa yang menekankan pentingnya penguasaan bahasa sebagai sarana ekspresi dan pemahaman bersama.
“Saya sangat setuju dengan tagline Narabahasa ‘Kuasai Bahasa, Kuasai Dunia’, karena bahasa adalah tools utama kita untuk mengekspresikan apa yang ada di pikiran dan hati untuk saling memahami,” sambungnya.
Narabahasa merupakan pendamping kebahasaan yang berkomitmen menguatkan ekosistem bahasa dan literasi di Indonesia. Dalam rangka HUT ke-6, Narabahasa menggelar Senara 2026 sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas, kreator, dan penerbit untuk merayakan serta mengembangkan karya berbasis bahasa dan literasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf Irene menyoroti karya tulis sebagai titik awal lahirnya kekayaan intelektual yang dapat dikembangkan ke berbagai medium dan pasar yang lebih luas. Produk kebahasaan dinilai memiliki potensi ekonomi besar ketika dikemas ulang dalam format yang lebih mudah diakses masyarakat.
“Banyak buku, seperti karya Ika Natassa dan Marchella FP, yang berangkat dari tulisan, kemudian dikembangkan menjadi naskah dan diadaptasi ke film. Basisnya tetap bahasa dan cerita, tetapi dikemas ulang agar bisa dipahami dan dinikmati oleh audiens yang lebih luas,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Sastrawan Nenden Lilis Aisyah menekankan pentingnya menjaga orisinalitas karya di tengah kemudahan produksi konten akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, pengalaman personal menjadi sumber utama keunikan dalam berkarya.
“Dengan maraknya teknologi digital saat ini, orisinalitas dan personalisasi menjadi sangat penting. Dalam menulis, salah satu sumber yang paling kuat adalah pengalaman pribadi. Dari sanalah lahir perbedaan dan keunikan, karena pengalaman yang dihayati secara mendalam akan melahirkan bahasa yang lebih personal dan membuat karya menjadi benar-benar orisinal,” ungkap Nenden.
Sementara itu, Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin menegaskan bahwa Narabahasa hadir untuk meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus mengangkat martabat bahasa Indonesia di ruang publik dan profesional.
“Tujuan Narabahasa tertuang dalam tiga misi utama, yaitu mengangkat marwah bahasa Indonesia, meningkatkan keterampilan berbahasa masyarakat, dan mendorong kebahagiaan. Banyak orang Indonesia sebenarnya memiliki gagasan yang baik, tetapi kesulitan mengekspresikannya secara utuh. Ketika kemampuan berbahasa meningkat, kepercayaan diri tumbuh, dan itu berpengaruh pada kualitas komunikasi sekaligus kebahagiaan,” ujarnya.
Senara 2026 berlangsung secara inklusif dan kolaboratif melalui berbagai kegiatan, seperti bazar komunitas dan penerbit, gelar wicara, bincang komunitas, hiburan, serta lokakarya menulis cerita dan menjahit buku. Acara ini menyasar pelajar, pendidik, pegiat komunitas, kreator konten, hingga masyarakat umum sebagai upaya memperluas dampak bahasa dan literasi bagi ekosistem nasional, termasuk pengembangan industri ekonomi kreatif.