INDUSTRY.co.id - Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, dengan pertumbuhan kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen (y-on-y). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2024 (5,03 persen) dan 2023 (5,05 persen).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif kinerja tersebut sebagai landasan perumusan kebijakan Kementerian Ekraf ke depan.
“Pertumbuhan ekonomi ini harus ditopang oleh data yang akurat dan komprehensif. Kementerian Ekraf mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional karena data yang kuat adalah fondasi bagi kebijakan berbasis data (data-driven policy making) yang efektif untuk pengembangan ekraf di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky pada Sabtu, 7 Februari 2026.
BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada 1 Mei–31 Juli 2026. Sensus yang dilakukan setiap 10 tahun ini bertujuan memperbarui basis data seluruh sektor ekonomi, termasuk subsektor ekonomi kreatif, sebagai referensi utama penyusunan kebijakan yang tepat sasaran di tingkat nasional maupun daerah.
Sepanjang 2025, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi kontributor signifikan dengan pertumbuhan 7,03 persen. Secara spasial, Pulau Jawa masih mendominasi perekonomian nasional dengan kontribusi 56,93 persen dan pertumbuhan 5,30 persen (c-to-c).
Pemerintah berharap SE2026 dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur, potensi, dan tantangan pelaku ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.