INDUSTRY.co.id - Tangerang Selatan, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi penyelenggaraan Astindo Travel Fair 2026 sebagai momentum strategis untuk menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata nasional sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dan industri.

Advertisement

Dalam pembukaan Astindo Travel Fair 2026 di Hall 1 ICE–BSD City, Jumat (6/2/2026), Wamenpar menyampaikan bahwa kinerja pariwisata Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif berkat sinergi kuat seluruh pemangku kepentingan.

“Capaian yang diraih memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata,” ujar Wamenpar Ni Luh.

Advertisement

Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta atau tumbuh 10,80 persen dibandingkan 2024. Sementara pergerakan wisatawan nusantara tercatat 1,20 miliar perjalanan, tumbuh 17,55 persen.

Pariwisata Indonesia juga mencatatkan 154 penghargaan internasional, di antaranya Michelin Keys untuk 33 hotel, Best Tourism Village dan Best Tourism Village Upgrade Programme dari UN Tourism, serta “The New Destination Champion Award 2026” dari La Liste, Prancis.

Advertisement

“Ini adalah kebanggaan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata Indonesia. Pengakuan internasional ini tidak hanya meningkatkan standar kualitas pariwisata kita, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat global. Semakin baik citra Indonesia di mata dunia, semakin besar pula minat wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi dan daya tarik wisata kita,” kata Ni Luh Puspa.

Wamenpar menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas pariwisata melalui kolaborasi berkelanjutan.

Advertisement

“Saya mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Fokus kita bukan semata pada angka kunjungan, tetapi pada pengalaman wisata yang bermakna, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Astindo Travel Fair 2026 berlangsung pada 5–8 Februari 2026 sebagai bagian dari BCA Expoversary 2026, didukung PT Bank Central Asia Tbk dan BCA Insurance. Ajang ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan pariwisata nasional dan internasional, mencerminkan kuatnya ekosistem pariwisata Indonesia dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.