INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di balik kemacetan jalan raya yang sering menjadi sorotan, terdapat satu elemen krusial yang kerap terlupakan namun memegang peranan vital dalam keteraturan kota yakni pengelolaan parkir.

​Menyadari hal tersebut, Centrepark, perusahaan manajemen parkir nasional terkemuka, menggelar Media Gathering bertajuk “Parking Outlook 2026: Driving Urban Mobility in Indonesia” di Jakarta. 

Melalui acara ini, Centrepark membedah transformasi parkir dari sekadar lahan berhenti kendaraan menjadi komponen cerdas yang menggerakkan mobilitas perkotaan.

​Chief Executive Officer Centrepark, Charles Richard Oentomo, menyebut parkir sebagai "silent engine of urban mobility". Menurutnya, efisiensi sebuah kota sangat bergantung pada seberapa lancar kendaraan masuk dan keluar dari area parkir.

​"Setiap perjalanan urban dimulai dan diakhiri di area parkir. Kualitas pengelolaannya memengaruhi alur pergerakan dan pengalaman pengguna secara keseluruhan," ujar Charles pada Parking Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

​Seiring meningkatnya tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat dan seamless, Centrepark mempercepat transisi dari sistem manual ke sistem terintegrasi. 

Chris Haryadi, Chief Operating Officer & Acting CFO Centrepark, merinci sejumlah teknologi yang kini menjadi standar operasional mereka diantaranya ​Automated Gate & LPR: Pengenalan plat nomor otomatis untuk mempercepat alur masuk, ​Ticketless & Cashless: Menghilangkan hambatan pembayaran tunai di gerbang keluar, ​Centralized Control Room: Pemantauan operasional secara real-time di berbagai lokasi dari satu pusat kendali, dan ​Parking Guidance System: Membantu pengguna menemukan ruang kosong dengan cepat guna mengurangi polusi dan waktu tunggu.

​Transformasi parkir juga berdampak pada nilai ekonomi properti. Stephen Roy Imantaka, Chief Strategy Officer Centrepark, menjelaskan bahwa data parkir kini menjadi aset strategis.

​"Pengelolaan yang terstruktur meningkatkan nilai properti dan kualitas pengalaman pengunjung. Kami juga menyiapkan ekosistem untuk mendukung tren masa depan, seperti adopsi kendaraan listrik (EV)," jelas Stephen.​

​Sebagai pemain utama di industri dengan pengalaman lebih dari 16 tahun,Centrepark saat ini telah mengelola sebanyak 700+ lokasi di 60+ kota di Indonesia, dengan 440.000+ ruang parkir dan 360+ juta transaksi parkir per tahun.

Seluruh operasional didukung oleh ekosistem teknologi Centrepark yang terintegrasi, mencakup gate system, License Plate Recognition, vehicle counting, parking guidance, serta centralized control room.

​Melalui Parking Outlook 2026, Centrepark mempertegas komitmennya untuk tidak hanya menjadi pengelola lahan, tetapi penyedia Smart Mobility Parking Solution yang mendukung terciptanya kota-kota di Indonesia yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.