INDUSTRY.co.id - Berikut adalah artikel berita keuangan yang diperbarui dengan daftar 15 saham teratas yang dikoleksi asing di tengah tekanan pasar saat ini.
Strategi "Serok Bawah": 15 Saham Ini Paling Banyak Diborong Asing Saat IHSG Tertekan
Jakarta, 29 Januari 2026 – Di tengah kepanikan pasar yang memicu trading halt pada perdagangan hari ini, arus modal asing ternyata tidak sepenuhnya keluar dari Bursa Efek Indonesia. Meskipun saham-saham perbankan raksasa (Big Caps) dilepas masif, investor asing terpantau melakukan aksi akumulasi pada sejumlah saham dari berbagai sektor yang dianggap memiliki daya tarik harga.
Berikut adalah daftar 15 saham dengan volume pembelian bersih asing (Net Foreign Buy) tertinggi hingga perdagangan tengah hari ini:
Daftar 15 Top Net Foreign Buy (29 Januari 2026)
- GOTO: Memimpin akumulasi dengan volume bersih 960.979.100 saham.
- INET: Mencatat pembelian bersih sebanyak 148.090.500 saham.
- BULL: Terakumulasi bersih sebanyak 129.978.400 saham.
- CPRO: Diborong asing sebanyak 121.796.400 saham.
- BBKP: Mencatatkan net buy sebesar 97.910.700 saham.
- LPKR: Menarik minat asing dengan volume 70.762.000 saham.
- SCMA: Mencatat pembelian bersih 65.896.100 saham.
- BRMS: Terkumpul sebanyak 62.856.100 saham di portofolio asing.
- OASA: Mencatatkan akumulasi bersih 59.098.800 saham.
- MINA: Masuk jajaran top buy dengan volume 51.281.800 saham.
- KIJA: Terakumulasi sebanyak 47.856.400 saham.
- COAL: Mencatatkan pembelian bersih 46.964.900 saham.
- EXCL: Diborong asing sebanyak 43.206.600 saham.
- EMTK: Mencatat net buy sebesar 39.976.500 saham.
- IATA: Melengkapi daftar dengan akumulasi 39.670.300 saham.
Mungkinkah Ada Angin Segar di Sesi 2?
Munculnya 15 saham ini di daftar belanja asing menunjukkan bahwa investor institusi mulai melirik saham-saham lapis kedua dan sektor teknologi sebagai alternatif di saat sektor perbankan sedang tertekan sentimen rebalancing indeks global.
Aksi akumulasi pada saham-saham seperti EXCL, LPKR, dan BRMS mengindikasikan adanya kepercayaan investor terhadap fundamental sektor telekomunikasi, properti, dan mineral di tengah ketidakpastian makro. Jika volume pembelian ini terus konsisten di sesi 2, tidak menutup kemungkinan akan terjadi rebound teknikal pada saham-saham tersebut yang bisa membantu menstabilkan pergerakan indeks secara keseluruhan.